Terkini Internasional
Akui Diculik saat ke Toilet, Korban Rudapaksa Predator Seksual Reynhard Sinaga Beberkan Kronologi
Untuk pertama kalinya, korban rudapaksa Reynhard Sinaga beberkan kronologi kejadian yang dialaminya, akui tak sadar sebelum diberi tahu kepolisian.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
Petugas menyita telepon genggam miliknya dan menemukan video rudapaksa yang lantas dijadikan sebagai alat bukti.
Det Sersan Kimberley Hames-Evans mengatakan rekaman yang ditemukan di telepon itu mengerikan.
"Ada video di atas video pria muda yang dilecehkan dan dirudapaksa secara seksual," katanya.
"Kami mendapat banyak laporan rudapaksa, tetapi jarang Anda benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri," tambahnya.
Det Sersan Hames-Evans harus melakukan perjalanan ke pelosok Manchester, bahkan ke luar negeri untuk memberi tahu para korban rudapaksa Sinaga atas apa yang sudah dilakukan pria itu.
"Mereka menjadi sangat pendiam dan Anda (bisa) melihat warna memudar dari wajah mereka. Hanya ekspresi 'oh my God' di wajah mereka," katanya.
"Dan saya tahu memberi mereka informasi yang baru saja menghancurkan hidup orang itu dan Anda bisa melihatnya."
Reynhard Sinaga awalnya datang ke Inggris sebagai mahasiswa saat berusia 24 tahun pada 2007.
Saat itu, Reynhard Sinaga menempuh pendidikan S2 Sosiologi di Redbrick University, Manchester.
Lalu, Sinaga kembali melanjutkan studinya di University of Leeds untuk gelar doktor.
Reynhard Sinaga diketahui saat itu tengah menulis tesis yang berjudul 'Sexuality and Everyday Transnationalism in South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester'.
Di sisi lain, Daniel mengatakan dia telah ditawari konseling untuk menghilangkan trauma atas peristiwa yang dialaminya.
Tetapi dia mengaku, tidak ada yang lebih membantu selain berbicara dengan ayahnya.
"Laki-laki tidak membicarakan rudapaksa (terhadap) laki-laki, tetapi tanggapannya luar biasa," katanya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Inggris lain