Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Gugatannya soal Demokrat Dianggap Tak Berguna oleh Mahfud MD, Yusril: Pemerintah Sebaiknya Netral

Mahfud menyatakan gugatan atas AD/ART Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko melalui Yusril tak akan berujung pada pengalihan kekuasaan Demokrat.

Editor: Mohamad Yoenus
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Yusril Ihza Mahendra, saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (3/7/2019). Terbaru, Yusril menanggapi pernyataan Mahfud MD terkait pengajuan JR AD/ART Partai Demokrat ke MA, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Gejolak Partai Demokrat kembali memanas, setelah advokat Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono itu ke Mahkamah Agung (MA).

Gugatan ini pun kembali mencuatkan kembali perebutan kekuasan Partai Demokat antara kubu Moeldoko melawan kepemimpinan yang sah di bawah AHY, yang beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik.

Meski demikian, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai gugatan Yusril Ihza Mahendra tak berguna.

Baca juga: Mahfud MD Bocorkan Ucapan Jokowi ketika Tolak KLB Demokrat Kubu Moeldoko: Meskipun Dia Teman Kita

Yusril yang membela kubu Moledoko pun memberikan jawaban atas pernyataan Mahfud MD, dan meminta agar sang menteri yang kini menjadi bagian dari pemerintah, untuk bersikap netral.

Mahfud MD Sebut Yusril dan Moeldoko Tak Bisa Gulingkan AHY meski Menang

Mulanya Mahfud menyatakan gugatan atas AD/ART Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko melalui Yusril tak akan berujung pada pengalihan kekuasaan Demokrat yang sekarang.

Meskipun nantinya Yusril memenangkan judicial review itu, kata Mahfud, sususan pimpinan Demokrat saat ini tak akan berubah, yakni di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam Diskusi Publik bertajuk Politik Kebangsaan, Pembangunan Daerah, dan Kampung Halaman yang dipandu Didik J Rachbini di Twitter @djrachbini pada Rabu (29/9/2021).

"Tapi begini ya kalau secara hukum, gugatan Yusril ini tidak akan ada gunanya, Pak Didik."

"Karena kalaupun dia menang, tidak akan menjatuhkan (pengurus) Demokrat yang sekarang," kata Mahfud. 

Yusril Pertanyakan Posisi Mahfud dan Minta Pemerintah Netral

Atas pernyataan Mahfud itu, Yusril memberi tanggapan.

Tanggapan tersebut disampaikan Yusril melaui akun Facebooknya, Yusril Ihza Mahendra, Kamis (30/9/2021).

Menurut Yusril, apabila dipandang dari sisi seorang politisi, pernyataan Mahfud ada benarnya.

Hal ini karena seorang politisi hanya berfikir bagaimana merebut kekuasaan atau menjatuhkan orang yang sedang berkuasa. 

Karena itu, gugatan tersebut bisa dianggap tak berguna.

Namun, apabila dilihat dari sisi seorang negarawan, lanjut Yusril, gugatan ini akan berdampak besar.

Apabila gugatan dikabulkan, kata Yusril, ke depannya, tidak akan ada lagi partai yang melegitimasi kemauan tokoh-tokohnya melalui AD/ART yang bertentangan dengan Undang-Undang atau UUD 1945. 

Yusril pun mempertanyakan posisi Mahfud apakah sebagai politisi atau negarawan.

Berikut tanggapan lengkap Yusril sebagaimana dikutip dari akun Facebooknya:

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved