Breaking News:

Terkini Internasional

Terperangkap di Bawah Tanah sejak Agustus, 19 Penambang China Ditemukan Tewas

19 penambang batu bara di China ditemukan tewas setelah terperangkap di bawah tanah selama sebulan sejak Agustus karena runtuhnya atap tambang.

YouTube/CTGN
Tambang batu bara di Prefektur Otonomi Tibet Haibei, Provinsi Qinghai di barat laut China. 19 penambang batu bara di China ditemukan tewas setelah terperangkap di bawah tanah selama sebulan sejak Agustus karena runtuhnya atap tambang pada Senin (13/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Media pemerintah melaporkan 19 penambang batu bara di China ditemukan tewas pada Senin (13/9/2021).

Mereka ditemukan setelah terperangkap di bawah tanah selama sebulan sejak Agustus lalu.

Dilansir dari South China Morning Post, upaya penyelamatan besar-besaran dilakukan setelah atap tambang batu bara Chaidaer di Provinsi Qinghai yang terpencil di barat laut China itu runtuh pada Sabtu (14/8/2021).

Proses pencarian 19 penambang batu bara Chaidaer di Provinsi Qinghai, China pada 16 Agustus 2021.
Proses pencarian 19 penambang batu bara Chaidaer di Provinsi Qinghai, China pada 16 Agustus 2021. (YouTube/CTGN)

Baca juga: China Hadiahkan Stadion Nasional Baru Senilai Rp 2 Triliun untuk Kamboja, Jadi Hibah Terbesar

Baca juga: Dianggap Merusak Pemandangan, China Habiskan Rp 342 Miliar untuk Pindahkan Patung Raksasa

Pejabat setempat menyatakan jika terdapat 21 orang sedang bekerja di lokasi itu saat kejadian.

Satu orang ditemukan selamat, sementara satu penambang telah tewas ketika diangkat ke permukaan beberapa hari setelah keruntuhan terjadi.

Tetapi, tim penyelamat baru bisa menemukan sisa jasad pekerja tambang lainnya pada Senin (13/9/2021).

“Pada Senin pagi, pekerjaan penyelamatan pada dasarnya telah selesai. 19 orang yang terperangkap semuanya ditemukan dalam pencarian, tidak ada yang memiliki tanda-tanda vital,” lapor penyiar CCTV, mengutip tim penyelamat, dilansir dari AFP.

CCTV juga menyatakan lebih dari 1.000 orang ikut ambil bagian dalam upaya pemulihan yang berlangsung hampir 30 hari.

Mereka bekerja keras dalam kondisi melelahkan di ketinggian lebih dari 3.800 meter.

Tambang batu bara Chaidaer berada di Dataran Tinggi Qinghai, Tibet yang luas dan tinggi.

Wilayah itu merupakan daerah dengan penduduk jarang dengan iklim yang keras.

Dilansir dari CTGN, tim penyelamat insiden tambang batu bara Chaidaer di Provinsi Qinghai itu telah mengupayakan penyelamatan sejak Agustus lalu.

Mereka mencoba menemukan posisi yang tepat sebelum dilakukan penggalian dari permukaan.

Petugas menyuntikkan semen serta air guna memperkuat struktur bagian atas tanah agar bisa sedekat mungkin dengan individu yang terperangkap.

“Sejauh ini, ekskavator sudah siap. Tim ahli (juga) sedang mencoba mengerjakan rincian rencana penyelamatan. Rencana itu akan dijalankan setelah umpan balik tersedia,” ungkap Yao Jingdong, anggota tim dukungan ahli di lokasi dalam konferensi pers pada 15 Agustus lalu.

Baca juga: China Rencanakan Pertemuan dengan Korea Selatan, Bicarakan Hubungan Diplomatik dan Korea Utara

Baca juga: China Tanggapi Kekhawatiran Media Korea Selatan setelah Weibo Tangguhkan 21 Akun Penggemar KPop

Dia menambahkan, setelah lapisan atas diamankan, mereka kemudian akan mengeluarkan lumpur dan menyelamatkan para penambang.

Korban yang selamat mengatakan bahwa dia menyaksikan rekannya ditelan oleh lumpur yang membanjiri terowongan dengan cepat.

Tercatat lebih dari 900 orang, termasuk petugas pemadam kebakaran, staf medis dan polisi berada di lokasi untuk membantu upaya penyelamatan saat itu.

Diketahui, kecelakaan pertambangan sudah sering terjadi di China.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved