Breaking News:

Terkini Daerah

Tak Tahan Ditagih Utang, Pengacara di Bekasi Intimidasi Sahabatnya Pakai Borgol hingga Tali Tambang

Sempat viral di medsos sebuah rekaman CCTV menampilkan aksi seorang pengacara membawa sejumlah orang untuk menganiaya sahabatnya sendiri.

Warta Kota/Joko Suprianto
Polsek Medan Satria Kota Bekasi berhasil menangkap komplotan yang menganiaya satu keluarga di perumahan Harapan Indah Kota Bekasi. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian telah berhasil menangkap AJ, seorang pengacara di Kota Bekasi, Jawa Barat yang melakukan aksi penganiayaan terhadap sahabatnya sendiri Tommy, di kediaman korban di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (10/9/2021) malam.

AJ diketahui membawa lima pelaku lain untuk melakukan penganiayaan terhadap keluarga korban.

Sempat diduga ingin melakukan percobaan pembunuhan oleh keluarga korban, pelaku mengaku hanya ingin mengintimidasi.

Baca juga: Disuruh Pulang oleh Ayah Korban, Pengacara di Bekasi Batal Bunuh Sahabatnya: Kok Kamu Kayak Gini

Baca juga: 1 Minggu sebelum Coba Bunuh Sahabatnya, Pengacara di Bekasi Amati CCTV di TKP Berkedok Basa-basi

Dikutip TribunWow.com dari TribunBekasi.com, hal itu terungkap seusai pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Jadi pelaku melakukan penganiayaan kepada para korban itu agar tidak lagi ditagih utang," kata Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rahmat di Polsek Medan Satria, Kota Bekasi, Senin (13/9/2021).

Saat tak bisa melunasi utangnya ketika korban menagih, AJ langsung mempersiapkan rencana agar Tommy tidak lagi menagih utangnya.

Sebelum pergi ke rumah Tommy, AJ mengajak lima pelaku lainnya dengan dalih mau menagih utang, padahal dirinya lah yang berutang.

"Jadi pelaku AJ mengajak pelaku lainnya ini untuk menangih hutang. Padahal pelaku lah yang punya utang sebesar Rp 970 juta," ujar Agus.

Kelima pelaku lain yang diajak oleh AJ mengaku tidak tahu jika aslinya AJ lah yang berutang kepada Tommy.

"Kita belum tahu apakah pelaku lainnya ini diimingin imbalan. Itu masih kita selidiki dan kita dalami," jelas Agus.

Diketahui saat pergi ke rumah Tommy, AJ membawa beberapa senjata tajam, air cabai, borgo, tambang, dan alat kejut listrik hingga senpi rakitan.

Menurut pengakuan AJ, alat-alat tersebut akan digunakan untuk mengintimidasi korban.

"Akibat penganiayaan itu korban juga mengalami luka di lengan kiri. Beberapa korban lain juga terkena alat kejut listrik dan air cabai. Jadi mereka Ini sengaja membawa barang-barang tersebut untuk beraksi," terang Agus.

Pulang seusai Dinasihati Ayah Korban

Diketahui niat pelaku untuk menghabisi korban menghilang seusai dirinya dibujuk oleh ayah dari sang korban.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, fakta tersebut disampaikan oleh ayah Tommy, Dodi Sutriadi (57).

Dodi bercerita, kala itu pelaku sudah membawa lima rekannya untuk melakukan niat jahat.

Bahkan pelaku juga membawa sejumlah senjata dan alat seperti borgol hingga semprotan cabai.

Saat hendak melaksanakan aksinya, pelaku beralasan harus membawa banyak saksi ketika mau melunasi utangnya kepada Tommy.

Sebelum menyerang korban, AJ awalnya basa-basi dengan korban.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved