Terkini Daerah
Mahasiswa Digiring Polisi karena Poster Minta Tolong ke Jokowi, BEM UNS: Isinya Sopan
Sebanyak 10 mahasiswa di Solo diamankan oleh polisi karena aksi mereka yang disebut ingin menyuarakan aspirasi saat Presiden Jokowi lewat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak tujuh mahasiswa diamankan oleh pihak kepolisian terkait aksi membentangkan poster saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kota Solo, Jawa Tengah.
Diketahui poster tersebut berisi permintaan tolong yang ditujukan kepada sang presiden.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS membenarkan ada 7 mahasiswa yang ditangkap terkait aksi membentangkan poster itu.
Baca juga: Perintahkan Habiskan Vaksin Covid-19, Jokowi Berpesan ke Bupati Dharmasraya: Telepon Saya
Baca juga: Joko Widodo Menangis Bertemu Presiden Jokowi di Klaten, Warga Tertawa Lepas
Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa mengatakan, mahasiswa yang bersangkutan hanya ingin menyampaikan aspirasi lewat poster tersebut.
Diketahui, mahasiswa tersebut telah diamankan sebelum Jokowi tiba di UNS.
"Teman-teman kami ditangkap. Sekitar tujuh orang, dan sepertinya masih nambah lagi," ujar Zakky, Senin (13/9/2021).
Poster tersebut diketahui bertuliskan 'PAK, TOLONG BENAHI KPK'.
Zakky menyampaikan, sama sekali tidak ada unsur penghinaan kepada presiden dalam poster tersebut.
Ia mengatakan, mahasiswa menilai ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh Jokowi di Indonesia.
"Isinya dengan kata-kata yang sopan, misalnya Jokowi tolong benahi KPK," ujarnya.
Selain ketujuh orang tersebut, ada 3 mahasiswa lain yang turut diamankan ketika hendak menyuarakan aspirasi ke presiden.
Baca juga: Sambut Jokowi Pakai Poster Bertuliskan Pak Tolong Benahi KPK, 7 Mahasiswa UNS Diamankan Polisi
Warga Blitar Angkat Poster Keluhan saat Jokowi Lewat
Kejadian serupa sempat terjadi saat seorang pria sempat digiring oleh polisi ketika membentangkan poster berisi keluhan saat rombongan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lewat di kawasan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).
Tak lama setelah pria yang bersangkutan mengangkat poster berisi keluhan itu, dirinya langsung dibawa pergi oleh aparat berwenang.
Namun informasi terbaru, pihak kepolisian memastikan tidak menahan pria pembawa poster itu.