Breaking News:

Terkini Daerah

Ajak 5 Orang untuk Bunuh Sahabatnya Sendiri, Pengacara di Bekasi Dilucuti Warga

Gara-gara tak mau bayar utang, oknum pengacara di bekasi ajak lima orang untuk menghabisi satu keluarga.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
TribunJakarta.com
Tangkapan layar pelaku percobaan pembunuhan di Bekasi, Jumat (10/9/2021). Seorang oknum pengacara dan 5 komplotannya terpaksa dilucuti warga karena mencoba menghabisi sahabatnya sendiri. 

TRIBUNWOW.COM - Kejadian mencekam dialami satu keluarga di di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (10/9/2021) malam.

Pria berinisial Tommy beserta istri dan adiknya hampir tewas dihabisi oleh sahabatnya sendiri, AJ.

Insiden tersebut bermula sekira pukul 23.00 WIB, saat 6 pria keluar bertamu di rumah korban yang berada Jalan Mawar Indah, Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi.

Ilustrasi -
Ilustrasi - (Kompas.com/Tribunnews.com)

Baca juga: Tak Mau Bayar Utang Rp970 Juta, Pengacara Coba Habisi 1 Keluarga, Siram Korban dengan Air Cabai

AJ merupakan seorang pengacara yang juga sahabat dekat dari Tommy dari sejak masih kuliah.

Pelaku AJ nekat mengerahkan 5 orang untuk melancarkan aksi kejahatan lantaran memiliki utang kepada Tommy senilai Rp970 juta atau nyaris 1 miliar.

Hal itu dijelaskan oleh ayah Tommy yang bernama Dodi.

"AJ itu sahabat dekat anak saya Tommy, mereka satu kampus," kata Dodi, Minggu (12/9/2021) seperti dikutip dari TribunJakarta.com.

Saat sama-sama kuliah meski beda jurusan, AJ dan Tommy tinggal satu kos.

Pertemanan mereka masih terjalin baik hingga akhirnya terjadi utang piutang.

"Anak saya juga suka kasih kerjaan, karena anak saya sering beberapa kali kasih kerjaan ke dia. Hubungannya sangat baik," jelas Dodi.

Baca juga: Kabar Buruk, 2 Pilar Persib Bandung Jadi Korban Kemenangan atas Persita di Pekan Kedua Liga 1 2021

Baca juga: Sambutan Saipul Jamil Lukai Perasaan Korban, Indah Sari: Apa Masih Kurang Menebusnya 5 Tahun Lebih?

Pura-pura Bayar Utang

AJ datang bersama 5 temannya BP, S, E, OS dan MA.

Mereka disambut baik oleh Tommy, istrinya, dan Edo yang tak lain adalah adik Tommy.

Keluarga sudah tahu maksud kedatangan AJ karena ingin membayar utang tunai senilai Rp970 juta kepada Tommy.

Dodi menerangkan, Tommy anaknya terlibat investasi bisnis jual beli tanah dengan AJ yang berprofesi sebagai pengacara.

"Si AJ ini punya bisnis sampingan jual beli tanah. Tapi bukan dia sendiri yang jalanin, tapi ada orang lain lagi," terang Dody.

Sampai jatuh tempo, uang tersebut tak kunjung jelas peruntukannya.

Hingga pada malam itu, AJ datang bersama 5 temannya pura-pura mengembalikan uang Tommy.

Suasana ruang tamu berubah mencekam saat pelaku bersama teman-temannya tiba-tibamenyerang Tommy.

Adik Tommy, Edo, sempat disemprot cairan cabai oleh para pelaku tetapi  bisa kabur dan masuk ke kamar.

Sebelum pertemun, Edo sempat curiga kenapa AJ mesti membayar tunai uang Rp970 juta ke kakaknya. Apalagi bayarnya malam-malam.

"Kok bayar utang kayak begini bangat, toh duit hampir Rp 1 miliar ini duit banyak. Kenapa mesti cash? Kan transfer saja bisa," terang Dodi.

Baca juga: Nasib Nahas Pasutri dan Balita Tewas Tertimbun Tumpukan Baju, Anak Bos Korban Ungkap Kecurigaan

Pelaku Tertangkap Warga

Mendengar keributan, Dodi terbangun dan sempat menemui AJ dan 5 temannya.

Nahas istri Dodi pun sempat ikut kena setrum oleh para pelaku.

Dodi mencoba melerai dan sempat meminta para pelaku pergi dari rumah setelah melukai anaknya.

Untungnya, AJ menurut dan bersama 5 pria lainnya keluar dari rumah.

Tak kurang akal, Dodi langsung mengunci pintu pagar rumah.

Seketika Dodi berteriak, "maling" hingga warga dan petugas keamanan kompleks sigap menangkap keenam orang tersebut.

Keenamnya langsung dilucuti pakaiannya oleh warga.

Bahkan, video penangkapan mereka sempat viral di media sosial.

"Saya kurang tahu niat awal mereka sebenarnya. Kalau lihat peralatan yang dibawa bikin ngeri. Analisa saya mungkin mereka sudah berencana (membunuh)," kata Dodi.

Para pelaku mempersenjatai dengan 2 airsoft gun, 2 tambang, 2 golok, 2 alat setrum, 7 butir selongsong, 4 borgol dan 3 semprotan cabai.

Selain itu mereka membawa 2 lakban hitam, 1 double tip, dan 6 pasang sarun tangan karet. Seluruh senjata itu dibawa di dalam sebuah tas.

"Kalau lebih profesional kita sudah dihabisi semua kali, karena kalau dilihat persiapannya sudah lengkap semua."

"Ada tali, saya enggak tahu bakal apa, lakban bakal apa, borgol untuk apa. Apakah kita ingin diikat kemudian diborgol atau apa, saya juga enggak ngerti," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, Tommy menalami luka tikam karena AJ sempat menghunuskan senjata tajamnya. (TribunWow.com/Rilo)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini diolah di TribunJakarta.com dengan judul Modus Lunasi Utang Rp 900 Juta, Pelaku Bawa 5 Orang Coba Habisi Temannya di Bekasi, Sudah Dipinjami Uang Rp 900 Juta, Pria di Bekasi Malah Ajak 5 Orang Coba Habisi Sahabatnya Sendiri, dan Pengacara Berkomplot Habisi Satu Keluarga di Bekasi Jumat Malam, Berakhir Apes Pakaiannya Dilucuti

Sumber: TribunWow.com
Tags:
PengacaraBekasiPercobaan PembunuhanUtang
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved