Terkini Internasional
Fakta Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan Jadwalkan Pertemuan Bahas Nuklir Korea Utara
Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan akan melakukan pertemuan untuk membahas pelucutan nuklir Korea Utara sekaligus kerja sama antara tiga negara
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengkonfirmasi akan adakan pertemuan yang juga dihadiri pejabat Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada Jumat (10/9/2021).
Dilansir dari Reuters, pertemuan itu bertujuan untuk mencari cara memecahkan kebuntuan upaya pelucutan senjata nuklir dan program rudal balistik Korea Utara.
Kementerian juga mengungkapkan, perwakilan khusus Korea Selatan untuk urusan perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea, Noh Kyu Duk akan melakukan perjalanan ke Jepang pada Minggu besok.

Baca juga: Muncul di Parade Militer Korea Utara, Lihat Beda Penampilan Terbaru Kim Jong Un yang Jadi Sorotan
Baca juga: Menderita selama 40 Tahun di Korea Utara, Warga Jepang Tuntut Kim Jong Un
Kunjungan itu akan dilaksanakan selama tiga hari.
"Ketiga negara diharapkan untuk melakukan diskusi mendalam tentang cara-cara untuk mempromosikan kerja sama pengelolaan situasi Semenanjung Korea secara stabil dan melanjutkan proses perdamaian semenanjung dalam waktu dekat," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataannya pada Jumat (10/9/2021).
Noh Kyu Duk direncanakan akan bertemu dengan utusan AS untuk Korea Utara, Sung Kim, dan Takehiro Funakoshi sebagai Direktur Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang.
Mereka akan membahas masalah nuklir Korea Utara sekaligus kerja sama antar negara.
Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan mengungkapkan Sung Kim akan pergi ke Tokyo pada 13 September mendatang.
Sebelumnya, diketahui Sung Kim pernah melakukan kunjungan ke Seoul pada Agustus lalu.
Sung Kim mengatakan siap untuk bertemu perwakilan Korea Utara di mana saja dan kapan saja dalam kesempatan itu.
Baca juga: Militer Korea Selatan Pantau Korea Utara Jelang Parade Militer Perayaan Hari Nasional
Baca juga: China Rencanakan Pertemuan dengan Korea Selatan, Bicarakan Hubungan Diplomatik dan Korea Utara
Pyongyang juga mengatakan selama ini sebenarnya negaranya terbuka untuk diplomasi tetapi tidak melihat tanda-tanda perubahan kebijakan dari AS.
Hal itu terkait masalah pemberian sanksi serta latihan militer AS bersama dengan Korea Selatan yang menghalangi diplomasi keduanya.
Korea Utara sebelumnya terus meningkatkan kemampuan nuklir dan misilnya di tengah pembicaraan denuklirisasi yang terhenti dengan AS.
Sebuah laporan Badan Energi Atom Internasional mengatakan telah mendeteksi indikasi reaktor nuklir utama di kompleks utama Yongbyon Utara telah beroperasi sejak Juli pada Jumat (3/9/2021).
Presiden AS, Joe Biden mengatakan akan mengeksplorasi diplomasi untuk mencapai denuklirisasi Korea Utara, walaupun tidak menunjukkan kesediaan untuk meringankan sanksi atas negara itu. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkini internasional lain