Breaking News:

Virus Corona

Bisa Terjadi seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Hal yang Meningkatkan Risiko Pembekuan Darah

Covid-19 diketahui bisa menyebabkan pembekuan darah dan biasanya terjadi ketika telah sembuh dari Covid-19 atau selesai masa isolasi mandiri. 

Tayang:
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
clevelandclinic.org
Ilustrasi pembekuan darah. Pasien Covid-19 disebut berisiko mengalami pembekuan darah. 

TRIBUNWOW.COM - Covid-19 diketahui bisa menyebabkan pembekuan darah dan biasanya terjadi ketika telah sembuh dari Covid-19 atau selesai masa isolasi mandiri

Meski yang memiliki risiko tinggi adalah pasien yang dirawat di rumah sakit, atau sakit parah akibat Covid-19, pasien gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri juga memiliki risiko untuk mengalami pembekuan darah. 

Baca juga: Coba saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini 8 Bahan Herbal yang Dikenal Memiliki Sifat Antivirus

Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan

Dikutip dari situs Michigan Health, proses pembekuan darah sebenarnya proses alami pada tubuh untuk mencegah pendarahan. 

Tetapi, terkadang gumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah dan tidak larut dengan sendirinya.

Sehingga bisa menjadi gumpalan di pembuluh darah dan terjadi penyempitan. 

Jenis bekuan darah yang paling umum disebut deep vein thrombosis atau DVT.

Ini adalah gumpalan di salah satu vena dalam tubuh, biasanya di kaki dan ini juga dikonfirmasi terjadi pada pasien Covid-19.

Ketika bekuan baru, sepotong itu bisa pecah dan berjalan ke paru-paru.

Ini dikenal sebagai emboli paru.

Gejala DVT termasuk pembengkakan pada kaki yang terkena, nyeri, kemerahan, kehangatan dan pembuluh darah baru yang terlihat di daerah tersebut.

Baca juga: Cium Bau Ban Terbakar pada Makanan, Kenali Gejala Parosmia setelah Isolasi Mandiri Covid-19

Gejala emboli paru termasuk sesak napas, nyeri dada, batuk atau batuk darah dan napas cepat.

Selain itu, penyempitan pembuluh darah arteri juga bisa terjadi dan bisa mengakibatkan serangan jantung jika terjadi di jantung, dan menyebabkan stroke jika terjadi di pembuluh darah otak. 

Sayangnya, pembekuan darah tidak bisa didiagnosis melalui gejala yang dialaminya.

Pembekuan darah hanya bisa dicek dengan melakukan tes darah atau D-Dimer, CT scan untuk melihat emboli paru, dan ultrasonografi kaki, untuk melihat aliran darah di pembuluh darah.

Meski begitu, tidak masalah untuk curiga ketika mengalami gejala terjadinya pembekuan darah di kaki seperti kesemutan yang lama, kaki terasa kebas, dan mati rasa hingga sulit digerakkan. 

Selain karena Covid-19, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah pada pasien Covid-19, misalnya:

1. Tidak banyak bergerak yang bisa berhubungan dengan cedera.

2. Menjalani operasi atau berada di rumah sakit untuk waktu yang lama.

3. Kerusakan pada pembuluh darah karena cedera.

4. Mengambil beberapa obat seperti pil KB.

5. Kecenderungan pembekuan darah yang diwariskan.

6. Kanker.

7. Kehamilan.

8. Berusia di atas 60 tahun.

9. Kegemukan atau obesitas. 

Sebagian besar risikonya adalah karena aliran darah melambat ketika tidak dapat bergerak, terlebih tidak bisa bergerak secara total.

Cedera juga menyebabkan reaksi dalam darah yang meningkatkan risiko pembekuan.

Susunan genetik darah, serta penyakit, juga dapat membuat pembekuan lebih mungkin terjadi.

Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi Covid berisiko tinggi mengalami pembekuan darah.

Mereka mungkin dirawat dengan pengencer darah saat mereka berada di rumah sakit, dan beberapa untuk waktu yang singkat setelahnya.

Risiko pembekuan darah dinilai pada setiap orang yang dirawat di rumah sakit.

Jika memiliki risiko tinggi, pasien akan menerima pengencer darah dosis rendah saat berada di rumah sakit.

Pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala nampaknya tidak memiliki risiko tinggi, tetapi cukup baik untuk melakukan sesuatu agar tidak mengalami hal tersebut.

Cara terbaik untuk mencegah pembekuan darah yang bisa dikerjakan saat isolasi mandiri adalah:

1. Tetap aktif melakukan aktivitas fisik secara berkala.

2. Hindari duduk dalam waktu lama. 

3. Pertahankan berat badan yang baik.

4. Jaga tubuh tetap terhidrasi.

5. Jangan merokok. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Covid-19Virus Coronaisolasi mandiriPembekuan darahTips Kesehatan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved