Breaking News:

Virus Corona

Temukan 300 Kasus Baru, Singapura Capai Rekor Infeksi Tertinggi akibat Covid-19 di Klaster Komunitas

Singapura mencapai rekor kasus harian infeksi komunitas tertinggi melalui penemuan 300 kasus baru dengan penambahan klaster di sebuah madrasah.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
Ericssen/Kompas.com
Pasangan muda-mudi terlihat memakai masker di Bandara Internasional Changi di tengah mewabahnya virus corona di Singapura. Singapura melaporkan rekor kasus harian infeksi komunitas tertinggi melalui penemuan 300 kasus baru pada Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Singapura mencapai rekor kasus harian infeksi komunitas tertinggi melalui penemuan 300 kasus baru pada Selasa (7/9/2021).

Menurut data kementerian kesehatan, jumlah itu melampaui rekor sebelumnya yaitu 246 infeksi komunitas pada 4 September lalu, dilansir dari Channel News Asia pada Rabu (8/9/2021).

Dari 328 kasus baru Covid-19 yang ditransmisikan secara lokal, 300 di antaranya ditularkan di komunitas.

Petugas yang mengenakan alat pelindung diri memberikan formulir kepada pasien pertama di Changi Exhibition Centre, Singapura, 25 April 2020.
Petugas yang mengenakan alat pelindung diri memberikan formulir kepada pasien pertama di Changi Exhibition Centre, Singapura, 25 April 2020. (CEC FACILITY EXECUTIVE COMMITTEE)

Baca juga: Singapura Minta Warga Kurangi Aktivitas Sosial setelah Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Singapura akan Menyumbangkan Lebih dari 100 Ribu Dosis Vaksin Pfizer Covid-19 ke Malaysia

Sementara 28 kasus lainnya ditularkan dari klaster baru di sebuah asrama.

Terhitung Singapura telah melaporkan 332 kasus Covid-19 baru pada Selasa lalu yang juga menjadi jumlah kasus harian tertinggi sejak 5 Agustus 2020.

Tercatat empat kasus diderita oleh warga di atas usia 70 tahun dan beberapa di antaranya tidak divaksinasi ataupun hanya divaksinasi sebagian.

Kementerian kesehatan juga mengungkapkan jumlah kasus baru telah meningkat dari 771 pada minggu sebelumnya menjadi 1.489 dalam seminggu terakhir.

Saat ini, ada 643 kasus yang dirawat di rumah sakit dengan 24 kasus di antaranya membutuhkan bantuan oksigen.

Dari 24 kasus parah itu, 14 di antaranya belum divaksinasi dua kali.

"Ada bukti berkelanjutan bahwa hampir semua individu yang divaksinasi lengkap tidak menderita penyakit serius saat terinfeksi, kecuali jika mereka memiliki kondisi medis mendasar yang membuat mereka lebih rentan," kata kementerian kesehatan.

"Selama 28 hari terakhir, persentase yang tidak divaksinasi dan sakit parah atau meninggal adalah 6,1 persen, sedangkan untuk yang divaksinasi lengkap adalah 0,8 persen,” tambahnya.

Singapura mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah muncul beberapa klaster besar di Bugis Junction, Rumah Sakit Umum Changi dan delapan persimpangan bus.

Baca juga: Singapura Beri 500 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dalam Kesepakatan dengan Australia

Baca juga: Segera Longgarkan Pembatasan, Singapura Bersiap Hidup-Mati Berdampingan dengan Covid-19

Dilansir dari The Straits Time, Singapura melaporkan klaster Covid-19 terbaru di Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah dengan delapan kasus teridentifikasi pada Selasa (7/9/2021).

Kedelapan kasus Covid-19 di sekolah agama Islam di Braddell Road itu melibatkan siswa dari kelas empat sekolah dasar yang sama.

Klaster besar juga ditemukan di delapan persimpangan bus yang menyumbang 537 kasus dengan 28 kasus tambahan.

Halaman 1/2
Tags:
Virus CoronaCovid-19Singapura
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved