Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Lapas Kelas 1 Tangerang yang Terbakar Over Kapasitas 400 Persen, Yasonna Laoly: Mengapa Dikunci?

Yasonna Laoly sebut Lapas Kelas 1 Tangerang yang terbakar kelebihan kapasitas empat ratus persen.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Harian Kompas
Yasonna Laoly saat konferensi pers di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang yang menewaskan 41 narapidana menjadi perhatian serius.

Meski sementara insiden tersebut diduga karena korsleting listrik, kapasitas maksimal Lapas juga menjadi perhatian.

Dilansir TribunWow.com, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan, Lapas tersebut sudah jauh melebihi kapasitas atau overcapacity.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. (Tribunnews.com/Istimewa)

Baca juga: Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Tewaskan 41 Napi, Petugas Tak Sempat Buka Semua Kunci Sel

Yasona mengatakan, Lapas yang dibangun pada tahun 1972 itu sudah kelebihan mencapai 400 persen.

Ia juga mengungkapkan, instalasi listrik di Lapas Kelas I Tangerang belum pernah dibenahi sejak bangunan itu berdiri.

"Lapas Tangerang ini over kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang," ujar Yasonna Laoly kepada wartawan dalam konferensi pers di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (7/9/2021).

"Yang terbakar ini adalah blok C2 itu model paviliun-paviliun," sambungnya.

Tragedi kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang itu diduga terjadi pada pukul 01.45 WIB.

Baca juga: WNA Asal Afrika Selatan dan Portugal Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Kata Menkumham

Baca juga: Cerita Napi Selamat dari Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Jerit Tangis hingga Injak Teman Sendiri

Saat api yang mulai membakar Blok C, petugas langsung menelepon kepala pengamanan dan petugas kebakaran.

Sayangnya, petugas tidak sempat membuka semua kamar tahanan.

Hal itulah yang membuat banyak tahanan tewas lantaran terjebak di sel.

Selain 41 orang tewas, 8 di antaranya mengalami luka berat dan 73 mengalami luka ringan.

"Beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang sudah begitu cepat menjalar," ujar Yasonna.

"Mengapa dikunci? Memang protap lapas harus begitu. Kalau tak dikunci itu nanti langgar protap," katanya.

Baca juga: 41 Napi Tewas, Ini Kronologi Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Yusri Yunus: Bukan Cuma Napi Narkoba

Cerita Napi yang Selamat

Kebakaran maut terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9/2021) dini hari.

Insiden memilukan di Lapas blok C tersebut sedikitnya telah menewaskan 41 napi yang terbakar hidup-hidup di dalam sel yang terkunci.

Selain korban tewas, 8 napi dikabarkan mengalami luka berat, dan 73 di antaranya menjalani perawatan karena luka ringan.

Kejadian mencekam tersebut dirasakan narapidana kasus narkoba, Ujang Supriatna.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Ujang merupakan korban selamat dalam kebakaran maut tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved