Virus Corona
Selain Vitamin, Protein juga Penting saat Isolasi Mandiri, Kenali Perannya untuk Pemulihan Covid-19
Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh terutama untuk pemulihan pasien Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh terutama untuk pemulihan pasien Covid-19.
Itu mengapa selain memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, kebutuhan protein juga perlu dicukupi ketika menjalani isolasi mandiri.
Dilansir dari situs Institute of Food Technologists (IFT), disebut jika secara khusus, asupan protein yang cukup selama isolasi mandiri dan setelah isolasi mandiri terkait dengan penurunan risiko keparahan dan kematian pasien Covid-19.
Baca juga: Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius Covid-19, Pahami Gejala Nyeri Dada saat Isolasi Mandisi
Baca juga: Kenali Gejala Tidak Khas dan Tanda Darurat pada Lansia Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri
Dalam beberapa studi telah diketahui jika kekurangan protein memiliki efek negatif pada fungsi kekebalan karena penurunan imunoglobulin yang layak dan jaringan limfoid terkait usus.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa malnutrisi protein meningkatkan kerentanan terhadap infeksi virus seperti Zika dan influenza, sebagian dengan menurunkan respons antibodi.
Hal ini juga mungkin hasilnya akan sama terhadap Virus Corona.
Protein lengkap, seperti yang ditemukan dalam produk hewani, mengandung semua asam amino esensial.
Asam amino yang ditemukan dalam protein seperti arginin dan glutamin penting untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.
Asam amino yang terkandung dalam protein bisa mendukung pemulihan karena memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus.
Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Kenali Beberapa Tanda Covid-19 Mulai Menyerang Jantung
Zat tersebut juga dapat berperan dalam mengurangi pelepasan sitokin.
Sehingga menurunkan angka kematian secara keseluruhan, karena diketahui jika badai sitokin merupakan penyebab kematian yang cukup berpengaruh dalam infeksi Covid-19.
Badai sitokin merupakan respons imun peradangan berlebihan yang disebabkan oleh pelepasan sitokin yang tidak terkontrol dan sering mengakibatkan disfungsi multi-organ dan kematian.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa tubuh kekurangan protein:
1. Perubahan suasana hati
Kabut otak, dan suasana hati yang tidak stabil dikaitkan dengan asupan protein yang rendah.
Protein membantu dalam mensintesis berbagai hormon dan neurotransmiter yang bertanggung jawab atas suasana hati kita.
2. Nafsu makan tinggi terutama pada makanan manis
Ketika tubuh kekurangan protein, itu dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang memicu keinginan untuk makan manis meningkat.
3. Masalah kulit, rambut, dan kuku
Kulit, kuku, dan rambut merupakan sel yang juga membutuhkan protein untuk membuatnya.
Dengan demikian kekurangan protein juga akan mempengaruhinya.
Kekurangan protein yang parah dapat menyebabkan kemerahan, kulit terkelupas dan depigmentasi.
Hal ini dapat menyebabkan rambut menipis, memudar, rambut rontok dan kuku rapuh.
Aturan praktis yang aman adalah mengonsumsi 1-1,5 gram protein per kg berat badan.
Artinya jika memiliki berat badan 50 kg, asupan protein ideal antara 50-65 gram per hari.
Sumber protein yang baik merupakan sumber hewani karena mudah diserap tubuh seperti daging, telur, ikan, dan susu.
Tetapi jika tidak bisa mengonsumsinya karena berbagai alasan, bisa juga mengonsumsi sumber nabati seperti kacang-kacangan dan kedelai. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/susu-almond.jpg)