Wacana Presiden 3 Periode
Sebut Jokowi Tolak Wacana 3 Periode, PBB Bocorkan Guyonan Presiden: Parpol Sudah Pasang Baliho Besar
Presiden Jokowi disebut menolak tegas wacana perpanjangan jabatan atau presiden 3 periode.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Di antaranya terkait penanganan pandemi Covid-19, perekonomian saat pandemi, hingga perpindahan ibu kota negara.
Baca juga: Bertahun-tahun Dilecehkan Senior, Pegawai KPI sampai Minta Tolong Jokowi, Curhatannya Viral
Afri juga menyampaikan pesan dari ketua umumnya Yusril Ihza Mahendra yang berhalangan hadir.
Ia mengatakan bahwa PBB siap membantu pemerintah atau pemerintah jika memang akan dilaksanakan amandemen terbatas UUD 1945.
Akan tetapi, Jokowi menolak tegas perihal amandemen terbatas yang mengarah kepada perpanjangan masa jabatan presiden atau masa jabatan menjadi 3 periode.
"Presiden memberikan jawaban soal amandemen terbatas, beliau dengan tegas menolak dan tidak mau terlibat semua urusan MPR di Senayan."
"Beliau takut amandemen melebar kemana-mana. Dengan tegas beliau menolak soal tiga periode dan perpanjangan pun beliau menolak," ucapnya.
Baca juga: Ungkapkan Rahasia ke Jokowi, Santri Luhut dari Tapanuli Bikin Tertawa: Saya Bukan Luhut Menteri
Jokowi: Jangan Buat Gaduh
Sebelumnya Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Bahkan Jokowi sendiri mengaku tidak berminat maju lagi di pemilihan presiden edisi mendatang.
Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Senin (15/3/2021).
Dalam kesempatan itu, Jokowi seakan-akan sudah bosan menanggapi pernyataan tentang wacana tersebut.
Pasalnya menurut Jokowi, dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan.
"Apa lagi yang harus saya sampaikan, bolak-balik sikap saya enggak berubah," ujar Jokowi, Senin (15/3/2021), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Rocky Gerung Persilakan Jokowi Tampar Muka Sendiri atau M Qodari: Masa Diam
Jokowi lantas meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan ataupun melemparkan isu-isu tidak mendasar.
Terlebih menurut Jokowi, pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19 yang dinilai jauh lebih penting.