Breaking News:

Virus Corona

Meski Tanpa Gejala, Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Serius saat Isolasi Mandiri, Kenali Risikonya

Pasien Covid-19 gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) perlu tetap waspada ketika menjalani isolasi mandiri. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
GUARDYOURHEALTH.COM
Ilustrasi isolasi mandiri. Pasien Covid-19 gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) perlu tetap waspada ketika menjalani isolasi mandiri.  

Bisa jadi, penyintas Covid-19 yang mengalami penyakit setelahnya khususnya paru-paru tidak akan dikaitkan dengan Coovid-19. 

Di mana itu bisa jadi merupakan penyebab utamanya.

“Mungkin ada sekelompok orang di luar sana yang memiliki penyakit tanpa gejala tetapi tidak pernah diuji sehingga mereka tidak tahu bahwa mereka mengidap Covid pada saat itu,” kata Ann Parker, asisten profesor kedokteran di Johns Hopkins dan spesialis perawatan long Covid.

Selain masalah paru-paru, beberapa bukti bahwa penyakit tanpa gejala dapat menyebabkan masalah kesehatan lain di antara sejumah orang.

Termasuk pembekuan darah, kerusakan jantung, gangguan peradangan misterius, dan long Covid sindrom.

Dia juga menyebut jika long Covid, bahkan bisa terjadi pasca mereka sembuh, jadi bukan sebagai gejala yang menetap melainkan gejala pasca-Covid.

Itu bisa menimbulkan berbagai gejala mulai dari kesulitan bernapas hingga kabut otak.

Masalah yang dikhawatirkan pada pasien tanpa gejala diantaranya adalah peradangan jantung dan pembekuan darah.

Sama seperti pemindaian yang mengungkap adanya masalah paru-paru, pemindaian dada juga menunjukkan kelainan pada jantung dan darah orang dengan infeksi tanpa gejala.

Thrombosis Journal dan publikasi lainnya telah menggambarkan beberapa kasus pembekuan darah di ginjal, paru-paru, dan otak orang yang tidak memiliki gejala apa pun.

Ketika gumpalan seperti gel ini tersangkut di pembuluh darah, mereka mencegah organ mendapatkan darah yang dibutuhkan untuk berfungsi, yang dapat menyebabkan kejang, stroke, serangan jantung, dan kematian.

Sayangnya kasus ini juga tidak dipahami dengan begitu baik. 

Angka kasus yang sedikit dan ketidaktahuan apakah pasien tersebut memiliki komorbid atau riwayat penyakit sebelumnya, juga menjadi soal. 

Tetapi penelitian tersebut telah mengingatkan bahwa itu berkaitan dengan Covid-19 dan mungkin terjadi meski pasien tidak mengalami gejala. 

Studi yang dibuat oleh Saurabh Rajpal, seorang ahli kardiovaskular dan spesialis penyakit di Ohio State University, Amerika Serikat makin meyakinkan temuan yang ada.

Halaman 2/3
Tags:
Virus CoronaCovid-19varian deltaWHOCorona
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved