Breaking News:

Virus Corona

Jangan Lengah saat Isolasi Mandiri, Kerusakan Paru-paru Bisa Terjadi pada Pasien OTG Covid-19

Pasien Covid-19 tetap dianjurkan menjaga kesehatannya selama isolasi mandiri meski mereka tidak mengalami gejala atau (OTG)

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Facebook/@Dr. Anne Gabriel-Chan
Unggahan seorang dokter bernama Dr. Anne Gabriel-Chan menunjukkan hasil rontgen paru-paru orang yang terinfeksi covid-19, yang vaksin dan yang tidak vaksin. Orang tanpa gejala juga memiliki risiko mengalami kerusakan paru-paru. 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 tetap dianjurkan menjaga kesehatannya selama isolasi mandiri meski mereka tidak mengalami gejala atau (OTG).

Meski tanpa gejala, virus pada pasien Covid-19 masih berkemungkinan untuk menyerang dan merusak paru-paru. 

John Kinnear yang merukapan Kepala Fakultas Kesehatan, Anglia Ruskin University di Inggris menceritakan pengalamannya menghadapi pasien Covid-19 tanpa gejala. 

Baca juga: Bisa Dikenali saat Isolasi Mandiri, Ini Tanda Awal Seseorang Berpotensi Alami Long Covid

Baca juga: Faktor Risiko Covid-19, Kontrol Darah Tinggi dengan Konsumsi 9 Hal Ini saat Isolasi Mandiri

"Saya segera mengetahui bahwa banyak pasien dengan penyakit Covid-19 lanjut tidak memiliki tanda-tanda penyakit pernapasan parah sampai mereka tiba-tiba pingsan dan meninggal," ujarnya dikutip dari The Conversation.

Fenomena tersebut juga di temukan dalam sejumlah kasus di antara banyaknya kasus Covid-19.

Sebuah penelitian dari Wuhan, China, menggambarkan perubahan patologis paru-paru pada CT scan pasien yang benar-benar tanpa gejala.

Pembawa tanpa gejala tidak jarang terjadi pada infeksi virulen lainnya, seperti MRSA dan C diff, tetapi yang mencolok dengan SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19 adalah bahwa hal itu dapat disertai dengan kerusakan organ didudukinya. 

Para peneliti menemukan lesi yang konsisten dengan peradangan jaringan paru-paru.

"Yang masih menjadi misteri adalah mengapa, meskipun ada perubahan ini, pasien tidak menunjukkan gejala khas pneumonia, seperti sesak napas yang parah," jelasnya.

Sekitar seperempat pasien dalam penelitian ini mengalami gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk, dan sesak napas, tetapi banyak juga yang benar-benar tanpa gejala.

Baca juga: Waspada saat Isoman, Ini Faktor Risiko Pasien Covid-19 Alami Masalah Paru-paru Selain Komorbid

Respons istimewa terhadap infeksi adalah satu dari beberapa teka-teki Covid-19, seperti mengapa ia menargetkan kelompok tertentu dan bukan yang lain.

Studi ini menegaskan bahwa tidak ada gejala tidak berarti tidak adanya bahaya.

Ada masalah lain yang bisa muncul ketika pasien Covid-19 tidak memiliki gejala.

Kurangnya gejala dalam menghadapi patologi aktif membawa risiko baik bagi individu yang terinfeksi maupun bagi masyarakat.

Mereka bisa tidak menyadari terpapar Covid-19 dan tetap hadir di kerumunan.

"Saran saat ini mendorong pasien untuk tinggal di rumah jika mereka tidak menunjukkan gejala, membuat keterlambatan datang ke rumah sakit dan kematian mendadak sebagai risiko yang berbeda," ujarnya. 

Itu karena sebanyak 40-45% orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, memiliki viral load setinggi mereka yang sakit aktif.

Dianjurkan Rontgen

Diberitakan sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menganjurkan agar pasien Covid-19 melakukan rontgen dada. 

Rontgen dianjurkan bahkan untuk pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejalan sekalipun.

"Orang yang positif wajib rontgen dada, termasuk yang tanpa gejalan, termasuk yang gejala ringan," ujarnya dalam tayangan Youtube Prof. Zubairi Djoerban, Sabtu (3/7/2021). 

Dia menceritakan kasus di mana ada dua orang keluarganya terkonfirmasi positi Covid-19.

Mereka berdua mengaku tidak memiliki gejala apapun ketika terinfeksi positif Covid-19.

"Setelah rontgen-nya dikerjakan ternyata hasilnya ada pneumonia," ujarnya. 

Pneumonia adalah salah satu tanda bahwa pasien Covid-19 tidak dalam gejala ringan.

Dia menjelaskan ada kemungkinan pneumonia yang dialami pasien Covid-19 akan menjadi berat dan harus mendapat bantuan oksigen hingga menjalani perawatan di ruang perawatan intensif (ICU).

Melanjutkan ceritanya, dia menyebut salah satu keluarganya akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.

Namun, satu lainnya tidak mendapat ruang di rumah sakit karena penuh dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Paru-paruCovid-19Virus Coronaisolasi mandiri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved