Virus Corona
Tak Hanya Jaga Imun Pasien Covid-19, Konsumsi Sehat saat Isolasi Mandiri Juga Bisa Redam Stres
Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri juga rentan mengalami kecemasan yang bisa berujung pada stres.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri juga rentan mengalami kecemasan yang bisa berujung pada stres.
Mencegah stres, bisa dilakukan tidak hanya dengan berbagai aktivitas yang dianjurkan seperti olahraga, meditasi, dan aktivitas fisik lainnya.
Asupan yang dikonsumsi pasien ketika isolasi mandiri juga berpengaruh terhadap rasa cemas pasien Covid-19.
Baca juga: Waspada saat Isoman, Ini Faktor Risiko Pasien Covid-19 Alami Masalah Paru-paru Selain Komorbid
Baca juga: Setelah Habbatussauda, Kini Ilmuwan Brazil Teliti Racun Ular untuk Obat Covid-19, Apa Dasarnya?
"Makan makanan yang sehat dapat mengurangi efek negatif dari stres pada tubuh Anda," kata Matthew J. Kuchan, Ph.D, seorang peneliti nutrisi, dikutip dari Abbott.com.
"Diet sehat membangun fondasi yang kuat dan tahan lama untuk tubuh Anda dengan mengurangi oksidasi dan peradangan dan dengan membantu mengurangi penambahan berat badan."
Ada banyak hal yang bisa mengakibatkan stres ketika isolasi mandiri, misalnya keterpisahan dengan keluarga terdekat.
Kebosanan karena terbatasnya aktivitas, kecemasan akan keparahan, hingga kekhawatiran akan menularkan kerabat.
Di antara yang bisa meredam hal tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat.
"Stres berdampak negatif terhadap tekanan darah dan aliran darah," kata Kuchan.
"Ada hubungan yang kuat antara fluktuasi aliran darah otak dan kesehatan otak dan senyawa ini dari waktu ke waktu."
Satu di antara cara kerja asupan makan terhadap dampak stres adalah faktor nutrisi di dalam makanan yang bisa memperlancar aliran darah.
Baca juga: Masuk Kelompok yang Diperhatikan WHO, Covid-19 Varian B1621 Diberi Nama Mu, Berikut Faktanya
Contoh nutrisi yang meningkatkan aliran darah misalnya omega-3 (EPA dan DHA), vitamin E dan polifenol.
Berbagai nutrsisi tersebut mudah ditemukan dalam anggur merah, blueberry, dan cokelat hitam.
"Dengan cara ini, diet sehat memiliki 'efek cascading' pada kesehatan otak karena meningkatkan aliran darah, pengiriman nutrisi penting ke otak juga meningkat," jelasnya.
"Konsisten dengan ini, kebugaran fisik adalah salah satu 'anti- faktor penurunan kognitif dan bertindak dengan menjaga aliran darah yang sehat ke otak."
Omega-3 ditemukan pada ikan seperti salmon dan tuna dan juga memberikan efek anti-inflamasi.
Anda dapat menemukan vitamin E dalam makanan seperti biji bunga matahari, almond, bayam dan alpukat.
Kuchan juga menyebutkan bahwa penelitian yang lebih baru mengungkap efek melawan stres dari senyawa tanaman.
"Seperti polifenol dan karotenoid yang ditemukan dalam makanan seperti sayuran berdaun hijau dan paprika berwarna cerah," katanya.
Selain itu, Kuchan juga menunjuk pada semakin banyak penelitian yang menunjukkan hubungan kuat antara kesehatan pencernaan dan otak.
"Penelitian yang muncul sekarang menunjukkan bahwa mikrobioma usus dapat mempengaruhi tubuh, termasuk otak," katanya.
"Mikrobioma dapat didukung dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti kacang-kacangan, sayuran, sereal, dan yogurt."
Penelitian ini menjadi menarik di mana selama ini ditemukan banyak orang yang ketika stres atau mengalami kecemasan justru melarikan diri dengan mengonsumsi makanan yang tinggi garam atau tinggi lemak.
Padahal jenis makanan tersebut sudah dinyatakan tidak menyehatkan terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan.
"Ini umumnya berkontribusi pada pola makan yang kurang sehat," kata Kuchan.
"Kita semua tahu betapa mudahnya memanjakan diri kita dengan makanan kaya dan berlemak tinggi yang telah kita idam-idamkan, tetapi biasanya tidak akan berhasil untuk diri kita sendiri."
Bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, makanan bergizi seimbang memang dianjurkan karena bisa membantu tubuh dalam melawan virus dan mencegah perburukan kesehatan.
Sayangnya mempertahankan porsi makan yang sehat bukanlah sesuatu yang mudah dipertahankan.
"Untuk alasan ini, membangun kebiasaan menyiapkan makanan sehat ke dalam rutinitas harian atau mingguan Anda, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan tingkat stres," jelasnya.
Dia menyebut jika kakan di rumah bisa sangat meningkatkan kemungkinan untuk mendapat makanan yang sehat.
Terlebih jika makanan tersebut dimasak sendiri.
"Salah satu cara untuk membuatnya lebih mudah untuk makan makanan yang sehat adalah dengan menyediakan makanan segar yang bergizi."
"Banyak juga yang bisa disimpan dalam keadaan beku atau kering - seperti kacang-kacangan, buah-buahan dan sereal berserat tinggi," jelasnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)