Virus Corona
Dinilai Berpotensi Jadi Obat Covid-19, Habbatussauda Disebut Bisa Percepat Pemulihan saat Isoman
Habbatusauda atau herbal bernama latin Nigella Sativa disebut berpotensi untuk menjadi obat Covid-19
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Dia menyebut senyawa aktif habbatussauda yaitu thymoquinone yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, anti mikroba, dan imunomodulator.
Dasar dari pernyataan tersebut adalah sebuah studi in vitro di Mesir, yang menyatakan jika thymoquinone pada habbatussauda menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, serta mampu menghambat replikasi virus.
Habbatussauda juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun, mengurangi respon peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis.
Selain itu dia juga merekomendasikan menambahkan konsumsi madu yang dapat menjadi terapi tambahan Covid-19.
“Penelitian di Pakistan menunjukkan kombinasi habbatussauda dan madu efektif mempercepat pemulihan pasien Covid-19," jelasnya.
Studi in vitro menunjukkan komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus.
Uji praklinik ini juga menyebutkan bahwa chrysin dan kaemferol membantu menghambat peradangan pada paru-paru.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI juga menyebut penggunaan habbatussauda bisa digunakan untuk memelihara kesehatan.
Hal itu tercamtum dalam surat edaran No. HK.02.02/IV/2243/2020 yang juga disebutkan bisa digunakan untuk perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)