Virus Corona
Bukan Komorbid, Konsidi Ini Berisiko Alami Badai Sitokin pada Covid-19, Lebih Baik Jangan Isoman
Badai sitokin menjadi populer ketika pandemi Covid-19, karena telah dikaitkan dengan berbagai kondisi yang parah bahkan hingga kematian pada pasien
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Dan data yang menunjukkan 90 persen orang yang mengalami Covid-19 yang parah mengalami badai sitokin.
"Sebagian besar anak-anak kalau kena Covid ringan, walaupun kita harus akui ada juga korban meninggal dari anak, tapi sebagian besar kan tidak," ujarnya.
Semakin tua seseorang juga disebut semakin memiliki kemungkinan untuk terjadi badai sitokin.
Pasien Covid-19 yang mengalami badai sitokin juga rata-rata berusia 55 tahun dan lebih dari itu.
Untuk itu perawatan pada pasien Covid-19 dengan orang dengan usia tersebut harus lebih teliti dan dianjurkan tidak menjalani isolasi mandiri di rumah.
"Mungkin itu disebabkan karena semakin lanjut usia sel kekebalan kita untuk cerdas meregulasi respon imunnya itu makin agak kacau ya," jelasnya.
Terkait komorbid atau penyakit penyerta pasien Covdi-19 yang disebut-sebut sebagai pemicu, dijelaskan bahwa belum ada penelitian dan data yang mengonfirmasi hal tersebut.
Namun itu bisa menjadi risiko keparahan pada pasien Covid-19.
"Ketika sitokinnya meninggi, ketika dia punya komorbid atau penyakit tambahan misalnya diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, itu dampak sitokin yang tinggi bisa lebih dramatis," ujarnya.
Karena badai sitokin bisa melonjakkan gula darah yang cukup tinggi dan gangguan jantung.
Terlebih pasien Covid-19 yang memiliki sakit ginjal dan mengalami badai sitokin.
Itu akan membuat manajemen badai sitokin akan lebih sulit dan membuat risiko fatalitas menjadi lebih tinggi.
Untuk itu pasien Covid-19 dengan komorbid juga dianjurkan untuk tidak menjalani isolasi mandiri.
Simak penjelasan lengkap dari dr. Ceva di:
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/solo-technopark.jpg)