Breaking News:

Cerita Selebriti

China Hapus Nama-nama Artis yang Terlibat Skandal dari Internet, Kris Wu hingga Zheng Shuang

China mengumumkan pengendalian budaya penggemar selebriti di internet yang dirasa “kacau” melalui penerbitan pemberitahuan oleh CAC

chinadaily.com
Kris Wu tampil di Super Bowl Live Concert 

TRIBUNWOW.COMChina mengumumkan pengendalian budaya penggemar selebriti di internet yang dirasa kacau melalui penerbitan pemberitahuan oleh Cyberspace Administration of China (CAC) pada Jumat (27/8/2021).

Dilansir dari Variety, pengendalian budaya penggemar menjadi bagian kampanye memperbaiki sektor internet China.

Hal itu berdampak pada karier selebriti yang terlibat skandal karena beberapa penampilannya dihapus dari acara TV dan platform video China.

Baca juga: Polemik Asal-usul Virus Corona, Ini Alasan China Desak WHO Selidiki Laboraturium Amerika Serikat

Penyanyi sekaligus aktor, Kris Wu ditangkap akibat tuduhan kekerasan seksual terhadap gadis di bawah umur dan mengakibatkan namanya dihapus dari platform China seperti Weibo, Douyin (TikTok), Baidu, iQIYI Video dan Tencent Video.

Selebriti lain, Zhang Zhehan juga dihapus film dan serial TV-nya setelah dituduh menyakiti perasaan warga China dan dianggap tidak patriotik karena berpose di Kuil Yasukuni, Tokyo yang dibangun sebagai penghormatan korban perang Jepang.

Kemudian, seorang aktris dengan bayaran tertinggi di dunia, Zheng Shuang melakukan penipuan pajak dan didenda Rp 663,3 miliar serta dilarang muncul di TV oleh pemerintah China.

CAC akan menindak tegas penyebaran informasi berbahaya di kelompok penggemar dan berkemungkinan menutup saluran diskusi yang memprovokasi skandal selebriti.

Baca juga: Heboh 5 TKA China Tangkap dan Makan Buaya Muara hingga Tak Bersisa, Tulang dan Kulit Dijadikan Sop

Pengaturan ulang promosi selebriti secara digital juga akan dilakukan dengan melarang pembuatan daftar peringkat selebriti berdasarkan popularitas.

CAC juga menindak eksploitasi finansial penggemar melalui penjualan merchandise dan voting berbayar guna membatasi akses anak di bawah umur.

Sebelumnya, platform streaming video China, iQIYI mengumumkan akan berhenti menayangkan program kompetisi idola akibat peningkatan kritik pemerintah terhadap dunia hiburan, dikutip dari Pandaily, Kamis (26/8/2021).

“iQIYI, bersama dengan platform lain, selalu bersikeras untuk menarik garis yang jelas dengan tren yang tidak sehat di industri, menolak pembayaran tidak masuk akan dan penghindaran pajak,” ungkap Gong Yu, Direktur Asosiasi Televisi China dan pendiri serta CEO iQIYI pada simposium China TV Artists Association (CTAA), Rabu (25/8/2021).

Pertemuan CTAA membahas fenomena ilegal dalam industri hiburan, seperti budaya penggemar, ekonomi penggemar, artis populer, kontrak ganda dan gaji yang terlalu tinggi.

CTAA juga menganalisis penyebab dan kerugian dari fenomena itu agar budaya penggemar tidak semakin berkembang di China. (*)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved