Breaking News:

Terkini Nasional

Klaim Ekonomi Membaik dan Inflasi Terkendali, Jokowi: Waspada, Kita Harus Mengatur Rem dan Gas

Presiden Jokowi menyatakan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi Indonesia terkendali di meski tengah kesusahan menghadapi pandemi Covid-19.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Sekretariat Presiden
Pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang Perkembangan PPKM Terkini, Senin 23 Agustus 2021. Terbaru, Presiden Jokowi menyatakan pertumbuhan ekonomi dan laju insflasi semakin membaik dan terkendali, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada jajarannya agar terus waspada dalam mengatur keseimbangan aspek ekonomi dan kesehatan di kuartal ke III (Juli-September) 2021.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual du Rakornas Pengendalian Inflasi 2021 di Istana Negara, Rabu (25/8/2021).

Dalam pembukaannya, Presiden Jokowi menyebut bahwa perekonomian domestik Indonesia membaik di kuartal ke II 2021.

Pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang Perkembangan PPKM Terkini, Senin 23 Agustus 2021.
Pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang Perkembangan PPKM Terkini, Senin 23 Agustus 2021. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Spanduk Tolak Kedatangan Jokowi Terpampang di Samarinda, Singgung Kriminalisasi Masyarakat Adat

Meski menghadapi ketidakpastian di masa pandemi Covid-19, perekonomian diklaim mengalami pertumbuhan yang baik.

Selain itu, laju inflasi juga terkendali meski negara tengah berjibaku mengatasi Covid-19.

"Kita wajib bersyukur dan bersyukur meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian," ucap Jokowi dikutip TribunWow.com dari YouTube Sekretariat Presiden.

"Perekonomian negara kita semakin membaik tapi tetap kita harus menjaga kewaspadaan."

"Alhamdullilah di kuartal kedua 2021 kita mampu tumbuh 7,07 persen year on year dengan tingkat inflasi terkendali di angka 1,52 persen year on year," sambungnya.

Presiden mengkalim angka tingkat inflasi tersebut masih di bawah perkiraan, yakni 3 persen.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya menggembirakan.

Pasalnya, angka tersebut membuktikan bahwa daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 cukup rendah.

Baca juga: Jokowi Umumkan PPKM Diperpanjang hingga 30 Agustus, Luhut: PPKM akan Terus Berlaku selama Pandemi

Baca juga: PPKM Diperpanjang 1 Minggu Lagi, Jokowi Mulai Longgarkan Beberapa Aturan: Tetap Harus Hati-hati

"Kita juga tahu inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas," jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan agar pemerintah terus mengoptimalkan pengendalian penularan Covid-19 sekaligus melindungi keseharan masyarakat secara bersamaan.

Jokowi menekankan agar jajarannya meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong permintaan domestik untuk terus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

"Di kuartal ketiga 2021 kita juga harus waspada dan tetap hati-hati, kita juga harus mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, mengatur rem dan gas," terang Jokowi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
JokowiInflasiCovid-19Virus Corona
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved