Breaking News:

Terkini Daerah

Balita Korban Kekerasan di Pondok Aren Tak Punya Orangtua, Begini Nasibnya setelah Ibunya Meninggal

Bocah korban kekerasan di Pondok Aren, Tangerang Selatan yang viral ternyata diketahui sudah tidak memiliki orangtua sejak bayi.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Wartakota/Rizki Amana
Tangkapan layar video amatir dugaan kekerasan terhadap anak dilakukan terduga pelaku orangtua angkat di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel. Bocah korban kekerasan itu ternyata diketahui sudah tidak memiliki orangtua sejak bayi, Minggu (22/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Bocah laki-laki berinisial BM (4) yang menjadi korban kekerasan oleh ibu asuh di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata hidup bak yatim piatu.

Sejak bayi, BM sudah sebatang kara dan tidak memiliki orangtua kandung.

Pasalnya ibu kandungnya telah meninggal dunia setelah melahirkannya.

Tangkapan layar video amatir dugaan kekerasan terhadap anak dilakukan terduga pelaku orangtua angkat di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel.
Tangkapan layar video amatir dugaan kekerasan terhadap anak dilakukan terduga pelaku orangtua angkat di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel. (Wartakota/Rizki Amana)

Baca juga: Penjual Ayam di Ogan Ilir Ditembak OTK saat Tiba di Pasar, Pelaku Todongkan Pistol ke Pedagang Lain

Sementara sang ayah, sejak korban masih bayi tidak diketahui keberadaannya.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra.

Tim dari Polres Tangsel telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku kekerasan berinisial EW (41), dan mendapatkan sejumlah fakta tersebut.

Pelaku EW diketahui merupakan kakak kandung ibu korban alias bibi dari korban.

"Korban adalah anak dari adik kandung pelaku yang meninggal ketika melahirkan korban," kata Angga saat dikutip TribunWow.com dari Wartakotalive, Minggu (22/8/2021).

Oleh sebab itu, BM sejak bayi tidak pernah mengenal ibu dan ayah kandungnya.

Pasalnya, kata Angga, sang ayah telah meninggalkan bocah laki-laki itu saat usianya masih 9 bulan.

"Bapak kandung korban keberadaannya tidak diketahui, namun sempat beberapa kali menjenguk korban tetapi saat korban sudah tidur."

"Setelah usia 9 bulan tidak pernah menjenguk lagi dan keberadaannya tidak diketahui," kata Angga.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Penganiaya Balita di Pondok Aren, Sudah Dilakukan selama Setahun karena Sering WFH

Baca juga: Oknum TNI Emosi Hajar Tetangganya, Keluarga Pelaku Minta Maaf ke Istri Korban Lewat WA

Lantas, sang anak terpaksa dirawat oleh pelaku sebagai orang terdekat.

Namun, bocah malang itu sudah mengalami kekerasan sejak menginjak usia 3 sampai 4 tahun.

Sebelumnya sempat beredar video viral penganiayaan kepada BM yang dilakukan oleh EW.

Video tersebut direkam oleh asisten rumah tangga (ART) yang merasa kasihan dan menyebarkannya ke guru paud hingga ke aparat desa setempat.

Pengakuan Pelaku

Diketahui, tindak kekerasan terhadap korban sudah silakukan sejak setahun yang lalu.

Tepatnya sejak diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) karena pandemi Covid-19, dan pelaku menjadi sering di rumah.

"Pelaku sudah sejak sekitar setahun melakukan kekerasan kepada korban, karena sering WFH," kata Angga dikutip dari Wartakotalive, Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Singgung 3 Kejanggalan, Polisi Temukan Titik Terang Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Angga menuturkan, pelaku EW juga mengakui motif perbuatan yang dilakukannya.

EW tega melakukan kekerasan itu ditengarai korban yang kerap menolak makan.

Hal itu membuat EW emosi ketika melihat sang anak tak punya nafsu makan.

"Pelaku sering lihat dan dengar kalo korban susah makan ketika disuapi oleh ART-nya (Asisten Rumah Tangga). Jadi pelaku sudah tidak ingat lagi berapa kali melakukan kekerasan kepada korban," jelasnya.

EW berdalih melakukan aksi tersebut guna si anak mau menerima asupan makan yang diberikan sang ART.

"Maksud pelaku melakukan kekerasan kepada korban karena pelaku ingin korban mudah makan dan tidak gampang muntah setelah makan. Tetapi karema tidak bisa mengontrol emosinya pelaku sampai berbuat seperti itu," pungkasnya.

Korban Alami Luka Cakar hingga Gigitan

Di tubuh BM, selain luka memar juga ditemukan bekas luka lainnya.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta, info itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang telah bertemu dan melihat langsung korban.

Pilar menjelaskan, secara kasat mata, di tubuh BM terdapat juga bekas luka cakaran hingga gigitan.

"Karena kita lihat kalau secara visual memang terjadi ada lebam di bagian punggung belakang. Kalau yang lama-lama itu ada beberapa luka-luka di kaki, di punggung juga, ada di perut tertutama belakang yang masih lebam," ujar Pilar.

Seusai dievakuasi dari rumahnya, BM kini ditempatkan di sebuah yayasan yang di bawah perlindungan Dinas Sosial dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Kebetulan ada pesantren, rencana di sana dulu yang kebetulan dekat dengan rumah Pak Kadis jadi bisa dikontrol juga sudah setuju InsyaAllah langsung dibawa ke sana," kata Pilar.

Baca juga: Cerita Haru Kuli Bangunan Jalan Kaki Jakarta-Bandung untuk Belikan HP Anak, Dompet Sempat Dirampok

Pengakuan Korban

Sempat berbicara dengan BM, Pilar mendapat sejumlah informasi terkait kehidupan sehari-hari BM.

"Saya nanya ke anaknya sih, katanya sering (disiksa), setiap ada kesalahan anaknya dipukul, setiap ada kesalahan dipukul, dibanting," ungkap Pilar, Jumat (20/8/2021) malam.

Pilar melanjutkan ceritanya, BM mengaku dirinya biasanya disayangi oleh ibu dan ayah angkatnya.

Namun BM mengakui ibu angkatnya sering marah dan menganiaya dirinya.

BM juga bercerita sekujur tubuhnya pernah dipukuli oleh pelaku.

Berkat video viral tersebut, korban mendapat perhatian dari berbagai pihak dan sempat menjalani perawatan serta proses visum di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel.

(TribunWow.com/Rilo/Anung)

Artikel ini diolah dari WartaKotalive.com dengan judul Bocah Laki-Laki Korban Kekerasan Ibu Tiri di Pondok Aren Yatim Piatu, Kesal karena Korban Tak Mau Makan Jadi Alasan Pelaku Tega Berulang Kali Aniaya Balita di Pondok Aren, Anak Laki-Laki Usia 4 Tahun Dianiaya Terduga Pelaku Orangtua Angkat di Pondok Aren dan Orangtua Angkat Tega Aniaya Bocah Laki-Laki Berusia 4 Tahun di Tangsel, Videonya Viral di Medsos, serta TribunJakarta.com dengan judul Balita di Pondok Aren Diduga Disiksa Ibu Angkat Hingga Terluka

Berita Viral Lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pondok ArenTangerang SelatanViralPenganiayaan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved