Breaking News:

Virus Corona

Ada di Indonesia, Kenali Ramuan Herbal yang Digunakan Thailand untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Thailand resmi menggunakan obat herbal untuk pasien Covid-19 gejala ringan atau tanpa gejala.  Ramuan apa itu?

Tayang:
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Strait Times/Nuttakit Wonganich
Ilustrasi Obat herbal. Thailand resmi menggunakan obat herbal untuk pasien Covid-19 gejala ringan atau tanpa gejala. 

TRIBUNWOW.COM - Thailand resmi menggunakan obat herbal untuk pasien Covid-19 gejala ringan atau tanpa gejala. 

Meskipun ramuan itu tidak terdaftar sebagai pengobatan Covid-19 yang efektif oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pihak berwenang Thailand mengatakan penggunaannya bisa berefek baik bagi pasien Covid-19.

Melansir Strait Times, Jumat (20/8/2021), di Thailand perawatan menggunakan herbal tersebut dilakukan karena dapat mengurangi tekanan beban rumah sakit. 

Baca juga: Sering Dialami Pasien Covid-19, Begini Cara Mengatasi Nyeri Punggung saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Cara Buat Ramuan Herbal Sambiloto, Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh saat Isoman Covid-19

Diketahui beban kasus harian mencapai 20 ribu kasus dengan jumlah penduduk 60  juta jiwa, dan selama terjadi peningkatan kasus rumah sakit kehabisan tempat perawatan intensif.

Ramuan tersebut memiliki nama latin Andrographis paniculata.

Di Thailand dikenal dengan nama fah talai jone atau green chiretta.

Di Indonesia sendiri tanaman tersebut dikenal dengan nama sambiloto, sama seperti di Thailand, sambiloto juga biasa digunakan sebagai obat tradisional.

Tetapi belum ada informasi terkait penggunaannya sebagai terapi Covid-19.

Sambiloto telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati flu, sakit tenggorokan dan peradangan.

Ramuan ini juga merupakan ramuan pengobatan nenek moyang, yang juga digunakan di negara lain seperti India dan Sri Lanka.

Sekarang di Thailand digunakan sebagai alat dari banyak pilihan pengobatan pemerintah untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau yang tidak menunjukkan gejala.

Popularitasnya kian melonjak tahun lalu setelah otoritas Thailand mulai mempertimbangkan penggunaan ekstrak tumbuhan untuk mengobati gejala awal Covid-19.

Baca juga: Baik Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri, Berikut Manfaat Herbal Kunyit bagi Pasien Covid-19

Pada bulan April, pihak berwenang Thailand melakukan uji klinis terhadap sambiloto.

Mereka mengatakan jika sebuah studi Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand, yang melibatkan lebih dari 300 pasien Covid-19, memberikan hasil yang menjanjikan.

"Kami yakin fah talai jone dapat menyembuhkan pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala," kata Dr Kwanchai Wisitthanon, wakil direktur jenderal departemen tersebut.

Namun, departemen mengatakan bahwa sementara ramuan itu dapat menghentikan gejala Covid-19 yang memburuk.

Tetapi dia menyebut bahwa tidak ada temuan sambiloto dapat mencegah paparan Covid-19.

Daun Sambiloto
Daun Sambiloto (grid.id/Putri Puspita)

Dalam persidangan lain di mana obat herbal digunakan pada 11.800 narapidana dengan gejala ringan, departemen pemasyarakatan mengatakan bahwa 99 persen dari mereka pulih.

Otoritas kesehatan mengatakan orang dewasa dengan gejala ringan harus mengonsumsi 60mg ekstrak sambiloto tiga kali sehari sebelum makan.

Dalam tahapan terapi pengobatan biasanya berlangsung lima hari.

Dengan melonjaknya permintaan, beberapa rumah sakit yang menggunakan jamu bersama-sama dengan obat modern mulai kehabisan stok.

"(Kami) saat ini sedang mempercepat produksi pil fah talai jone untuk memenuhi permintaan yang melonjak," kata otoritas Rumah Sakit Chaophraya Abhaibhubejhr.

Rumah sakit juga memperingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi ramuan dalam jumlah besar karena dapat merusak ginjal dan hati.

Dr Kwanchai menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ramuan tersebut selama lebih dari lima sampai tujuh hari karena bisa menimbulkan efek samping.

Efek samping yang bisa muncul yaitu dapat menyebabkan mati rasa di tangan dan kaki, menurunkan tekanan darah dan berdampak pada ginjal, dikutip dari Bangkok Post.

Selain itu, wanita hamil dan ibu menyusui, serta mereka yang memiliki masalah ginjal dan hati, juga harus menghindari ramuan itu.

Beberapa ahli medis mengatakan ada kekurangan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ramuan itu adalah obat yang efektif untuk Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan obat herbal tersebut belum terdaftar sebagai obat Covid-19.

"Saat ini, fah talai jone tidak terdaftar oleh WHO sebagai pengobatan yang efektif untuk Covid-19," ujarnya terkait pemberitaan di Strait Times.

WHO menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik pengakuan dari setiap agen terapi baru untuk mengobati infeksi Covid-19.

Tetapi WHO akan mendasarkan setiap keputusan pada bukti ilmiah yang kuat.

"Tetapi untuk merekomendasikan ramuan untuk pengobatan Covid-19 akan memerlukan standar bukti yang tinggi berdasarkan penelitian yang kuat."

Sayangnya, bukti yang mendukung penggunaan herbal juga mendapat pukulan awal bulan ini.

Para peneliti yang melakukan penelitian yang menegaskan penggunaan fah talai jone atau sambiloto untuk mengobati Covid-19 menarik makalah mereka dari jurnal pra-cetak online medRxiv karena kesalahan.

Tim akan mengirimkan ulang penelitian tersebut setelah kesalahan diperbaiki.

Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand membela penelitian tersebut.

Mereka mengatakan pihaknya yakin akan keakuratan temuan bahwa ramuan tersebut dapat mencegah infeksi paru-paru Covid-19 memburuk. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Covid-19Virus CoronaHerbalTips KesehatanThailandWHOsambiloto
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved