Terkini Daerah
Tegur Pemuda yang Pesta Miras di Makam, Ketua RW di Jember Justru Dianiaya dan Dilaporkan Polisi
Seorang Ketua RW di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember dianiayaa sekelompok pemuda yang berpesta miras di pemakaman.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Insiden tak mengenakkan menimpa Ketua RW di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.
Pasalnya, ia harus terlibat keribtuan dengan sejumlah pemuda setempat karena memberikan teguran.
Dilansir TribunWow.com, terjadi penganiayaan yang dialami oleh seorang Ketua RW yang menegur para pemuda yang pesta miras di pemakaman setempat.
Baca juga: Viral Polwan Bentak Polisi Bhabinkamtibmas yang Ingin Terobos Pos Penyekatan: Jangan Kurang Ajar Kau
Namun, meski menjadi korban pemukulan, Ketua RW itu justru dilaporkan ke polisi.
Dikutip dari kompas.com, insiden tersebut terjadi pada Rabu (11/8/2021).
Kejadian berumula ketika sekelompok pemuda sedang menggadakan pesta minuman keras di area pemakaman Desa Balung Lor.
Pada saat yang bersamaan, kebetulan warga setempat sedang menggali makam di area tersebut.
Karena merasa risih dengan aktifitas sekelompok pemuda tersebut, Ketua RW yang saat itu sedang berada di lokasi kemudian menegur mereka.
Baca juga: Kini Kena Tegur Hotman Paris, Kopi Kenangan Pernah Viral karena Selebgram Ngaku Dilecehkan Karyawan
Baca juga: Fakta Viral Penjual Koran Nangis Dibayar Lebih, Sujud Syukur dan Menangis Haru saat Dapat Donasi
Ketua RW meminta para pemuda tersebut untuk meninggalkan lokasi.
Namun, para pemuda yang sedang mabuk itu tersinggung saat ditegur dan diminta meninggalkan lokasi.
Satu dari sekelompok pemuda yang sedang pesta miras, tiba-tiba memukul ketua RW.
Warga yang melihat kejadian itu, sonta tidak terima dan membela ketua RW.
Seorang warga yang tidak terima, kemudian membalas dengan memukul seorang pemuda tersebut.
Baca juga: Fakta Viral Penangkapan Dokter Richard Lee, Roy Suryo Beri Penjelasan soal Akses Ilegal Barang Bukti
Pelaku Lapor ke Kantor Polisi
Karena tak terima namun takut membalas, para pemuda tersebut melarikan diri.