Virus Corona
Kronologi 2 Jasad Pasien Covid-19 Tertukar karena Namanya Sama, 1 Jenazah Sudah Terlanjur Dimakamkan
Warga Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dihebohkan dengan peristiwa tertukarnya dua jenazah pasien Covid-19.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
Berdasarkan adat setempat, jenazah yang sudah dimakamkan tidak boleh dibongkar lagi.
Apalagi, jasad tersebut sudah melalui sejumlah ritual sebelum dimakamkan.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihak desa lantas bermediasi dengan kedua keluarga.
"Kami mediasi dengan keluarga yang jenazahnya tertukar, dengan situasi, kondisi seperti itu kami terpaksa, kami mohon dibatalkan kremasinya," ujar Slamet.
Setelah bermediasi, keluarga akhirnya sepakat membatalkan kremasi jenazah Ni Gusti Made Rai yang berusia 65 tahun.
"Kami pergi ke tempat krematorium di Bangli, DP-nya dikembalikan 100 persen. Syukur, karena kondisi yang masuk akal."
Evaluasi RSUP Sanglah
Seusai kejadian itu, pihak RSUP Sanglah mengakui adanya kelalaian.
Jenazah yang sudah dibungkus di dalam peti tidak dapat dilihat kembali wajahnya saat dipulangkan.
"Identifikasi sebenarnya sudah dilakukan berdasarkan label jenazah yang ditempel di atas peti yang berisi nama, umur, jenis kelamin dan alamat," ujar Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna, dikutip dari TribunBali.com, Jumat (12/8/2021).
"Untuk mengantisipasi kejadian terulang, RSUP Sanglah akhirnya akan menambajhkan identifikasi untuk memastikan kecermatan dalam pemulangan jenazah." (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunBali.com dengan judul Jenazah Tertukar di Gianyar, Upacara Kremasi Batal, Berita Datang Setelah Penguburan, dan Kompas.com dengan judul Punya Nama Sama, Dua Jenazah Pasien Covid-19 di Gianyar Tertukar