Breaking News:

Virus Corona

Kronologi 2 Jasad Pasien Covid-19 Tertukar karena Namanya Sama, 1 Jenazah Sudah Terlanjur Dimakamkan

Warga Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dihebohkan dengan peristiwa tertukarnya dua jenazah pasien Covid-19.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
Kompas.com
Ilustrasi - Warga Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, dihebohkan dengan peristiwa tertukarnya dua jenazah pasien Covid-19. 

TRIBUNOWOW.COM - Warga Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, dihebohkan dengan peristiwa tertukarnya dua jenazah pasien Covid-19.

Dilansir TribunWow.com, dua jenazah itu tertukar karena memiliki nama yang sama.

Keduanya hanya berbeda umur dan alamat dusun.

Kejadian itu dibenarkan Bendesa Adar Tengkulak Kaja, I Made Selamet.

"Masih satu desa tapi dusunnya beda," ujar Selamet, dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/8/2021).

Ilustrasi Jenazah
Ilustrasi - Warga Desa Adat Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, dihebohkan dengan peristiwa tertukarnya dua jenazah pasien Covid-19. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Bukan Obat Covid-19, Ini 3 Fakta Susu dalam Kesehatan, Tetap Baik Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Penelitian di Inggris Buka Kemungkinan Isolasi Mandiri Covid-19 Hanya 5 Hari, Ini Alasannya

Selamet menceritakan, pasien Covid-19 atas nama Ni Gusti Made Rai berusia 65 tahun dinyatakan meninggal di RSUP Sanglah Denpasar, Rabu (11/8/2021).

Jenazah tersebut berasal dari Banjar Tengkulak Kaja Kauh yang rencananya akan langsung dikremasi keluarga satu minggu kemudian, Rabu (18/8/2021).

Sehari berselang, pasien Covid-19 bernama sama, Ni Gusti Made Rai berusia 82 tahun juga meninggal di RSUP Sanglah.

Jenazah berasal dari Banjar Tengkulak Kaja Kangin dan rencananya langsung dimakamkan pada Kamis (12/8/2021).

Di hari yang sama, pihak keluarga pasien berusia 82 tahun mengambil jenazah untuk dimakamkan.

"Begitu datang, jenazah diantar oleh satu sopir ambulans dari RSUP Sanglah," ucap Slamet.

"Kami kan karena sudah dari keluarga ya kami percaya, terlebih sudah di peti dan menurut prokes tidak boleh dibuka. Ya kami kubur saja."

Tiga jam berselang, pihak desa yang membantu pemakaman kaget saat didatangi keluarga jenazah.

Ternyata, yang dimakamkan bukanlah Ni Gusti Made Rai yang berusia 82 tahun melainkan yang berusia 65 tahun.

"Anaknya melapor jenazahnya tertukar, kami sontak kaget. Dia tahu tertukar dari pemberitahuan pihak rumah sakit Sanglah."

Baca juga: Cegah Kematian Gejala Berat, WHO Lakukan Uji Klinis 3 Obat Baru untuk Pengobatan Pasien Covid-19

Baca juga: Selain Ada Efek Samping, Ini Dampak Buruk Konsumsi Obat Sembarangan saat Isolasi Mandiri Covid-19

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaCovid-19JenazahMakamMeninggal Dunia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved