Virus Corona
Pasien Isoman Perlu Waspada, Kasus Diabetes di India Naik seusai Covid-19, Diduga Efek Obat
India mengalami kenaikan kasus diabetes usai mengalami gelombang lonjakan kasus Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - India mengalami kenaikan kasus diabetes usai mengalami gelombang lonjakan kasus Covid-19.
Kebanyakan kasus diabetes baru merupakan penyintas Covid-19.
Melansir BBC News pada Rabu (11/8/2021), sekarang dokter khawatir sejumlah besar pasien yang telah pulih dari Covid-19 berisiko terkena diabetes yang baru didiagnosis.
Padahal, India memiliki hampir 32 juta kasus infeksi Covid-19 yang tercatat, yang merupakan kasus terbesar kedua di dunia, dibawah Amerika Serikat.
"Kekhawatirannya adalah bahwa Covid-19 dapat memicu tsunami diabetes di India setelah pandemi berakhir," kata Dr Rahul Baxi, ahli diabetes yang berbasis di Mumbai.
Dia mengatakan 8 hingga 10 persen pasiennya yang terifeksi Covid-19 memiliki kadar gula tinggi hingga beberapa bulan setelah pemulihan.
Hal itu bisa dialami sejak pasien sedang menjalani pengobatan meski pasien tidak memiliki riwayat diabetes atau kadar gula tinggi sebelumnya.
"Beberapa memiliki diabetes ambang, yang lain mengelola dengan obat-obatan bahkan setahun setelah pemulihan," katanya.
Kini dokter di eluruh dunia tengah memperdebatkan apakah Covid-19 itu sendiri yang menyebabkan diabetes pada pasien yang tidak memiliki riwayat sebelumnya.
Diduga karena Obat
Ada dugaan hal itu terjadi karena penggunaan steroid dalam terapi obat pasien Covid-19.
Steroid biasanya digunakan untuk mengatasi badai sitokin ketika sistem kekebalan tubuh bekerja berlebihan untuk melawan virus dan virus itu sendiri melukai sel-sel di pankreas yang membuat insulin.
Sebuah studi peer-review dari dokter India terhadap pasien yang telah pulih dari mucormycosis atau jamur hitam juga menunjukkan adanya hubungan.
India telah melaporkan lebih dari 45 ribu kasus infeksi jamur ini, yang menyerang hidung, mata, dan terkadang otak, dan biasanya menyerang 12 hingga 18 hari setelah sembuh dari Covid-19.
Studi ini menemukan bahwa 13 dari 127 pasien atau sekitar 10 persen memiliki diabetes onset baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/diabetes_20180208_145314.jpg)