Terkini Daerah
Ngaku Intel TNI, Kuli Bangunan Beratribut Militer Dapat Penginapan Gratis Hasil Ancam Warga
TNI gadungan di Kendari mengaku menyamar jadi anggota militer demi membalaskan dendam keluarganya yang tewas dibunuh.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menyamar menjadi anggota TNI gadungan, La Aco (38) akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib.
Pria berambut cepak tersebut ditangkap saat sedang menginap di sebuah penginapan di Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (10/8/2021) siang.
Aparat berwajib tidak begitu saja percaya dengan pengakuan La Aco yang mau membalaskan dendam keluarganya yang dibunuh.
Baca juga: Tak Direstui Menikah Keluarga Pacar, Wanita di Tangerang Bakar Rumah Kekasih hingga Tewaskan 3 Orang
Baca juga: Ketahuan Suntikkan Vaksin Covid Kosong, Perawat di Pluit Ngaku Lalai: Tak Ada Niat Apapun
Dikutip TribunWow.com dari TribunnnewsSultra.com, La Aco diketahui menyamar menjadi anggota Intelijen TNI.
Sebelum tertangkap, La Aco sempat mengancam seorang penjaga mess agar dapat menginap secara gratis.
Penjaga penginapan tersebut akhirnya memperbolehkan La Aco menginap meskipun curiga.
Berbekal kecurigaan itu, pihak mess akhirnya melaporkan La Aco ke pihak TNI.
La Aco lalu ditangkap dan diamankan di markas Korem 143/Haluoleo Kendari.
“Yang bersangkutan pakai atribut tentara dengan tujuan agar ditakuti oleh masyarakat,” ujar Perwira Seksi Intelijen Korem 143/Haluoleo Kendari, Mayor Inf Sundoyo, Selasa (10/8/2021).
Barang bukti yang diamankan dari pelaku di antaranya adalah atribut TNI, satu buah badik, HP, dompet, uang Rp 200 ribu, KTA dari Paldam Papua, ATM BRI, BNI dan Mandiri.
Ngakunya Mau Balas Dendam
Terkait kepemilikan badik, La Aco mengaku alat itu ia bawa untuk membalaskan dendam seorang anggota keluarganya.
La Aco mengaku ada keponakannya yang dibunuh di Pasar Baru beberapa tahun yang lalu.
“Badik itu informasi yang dikumpulkan untuk balas dendam. Katanya ada kemenakanya yang pernah ditikam di Pasar Baru," jelas Mayor Sundoyo.
Baca juga: PCR Jadi Syarat Masuk Mal, dr Tirta Sindir Kementerian Ini: Mau Dagang PCR Apa Gimana?
Kendati demikian pihak TNI tidak begitu saja percaya pengakuan pelaku.