Cerita Selebriti
Jatuh Sakit, Ayah Dinar Candy Juga Enggan Temui Orang seusai Anaknya Jadi Tersangka Kasus Pornografi
Seusai Dinar Candy menjadi tersangka kasus pornografi, sang ayah, Acep Ginayah langsung jatuh sakit.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seusai Dinar Candy menjadi tersangka kasus pornografi, sang ayah, Acep Ginayah langsung jatuh sakit.
Kondisi terbaru Acep diungkap asisten Dinar, Ajay.
Sebelumnya, Dinar Candy resmi menyandang status tersangka seusai aksinya turun ke jalan menggunakan bikini.
Aksi nekat itu dilakukan Dinar Candy sebagai bentuk protes perpanjangan PPKM.

Baca juga: Sosok Dinar Candy yang Buat Sensasi Pakai Bikini, Akui Stres di Masa PPKM Banyak Kena Tipu
Baca juga: Asisten Dinar Candy Nangis Ungkap Alasan sang DJ Turun ke Jalan Pakai Bikini, Ternyata Stres
Seusai kasus itu, kata Ajay, kondisi kesehatan ayah Dinar sangat drop.
Meski kini Acep berada di Sukabumi, Jawa Barat, Ajay tetap berusaha menenangkan pria paruh baya tersebut.
"Kalo sakit sebelum dari kejadian, ayah udah sakit," ucap Ajay, dikutip dari Grid.id, Senin (9/8/2021).
"Aku telepon kemarin, pokoknya bapak tenang aja, kita semua baik-baik, kita patuh sama hukum yang berlaku."
"Pokoknya bapak jangan dengerin omongan tetangga, jangan dengerin omongan di sosial media, sudah ada lawyer yang menangani kita, pokoknya tenang aja. Kata dia iya."
Selain jatuh sakit, ayah Dinar kini juga enggan bertemu orang karena kasus yang menjerat anaknya.
Menurut Ajay, ayah Dinar takut mendengar komentar orang lain tentang wanita yang juga berprofesi sebagai Disk Jokey (DJ) itu.
"Kata bapak dia enggan pengen ketemu orang."
Baca juga: Penyesalan Dinar Candy Ayahnya Jatuh Sakit Tahu Dirinya Terjerat Kasus: Harusnya Aku Ingat Keluarga
Baca juga: Ayah Dinar Candy Jatuh Sakit Dengar Anaknya Jadi Tersangka, sang DJ: Sudah Kayak Enggak Bisa Jalan
Sampai Tak Bisa Jalan
menurut Dinar Candy, sang ayah yang sudah tua kini lemas sampai tak bisa berjalan lantaran syok berat.
Hal ini dibeberkan Dinar Candy dalam tayangan konferensi pers di kanal YouTube Intens Investigasi, Jumat (6/8/2021).