Terkini Nasional
Persoalkan Cat Baru Pesawat Kepresidenan RI, Demokrat: Bukan Fokus Pandemi, Ini yang Ketahuan Saja
Politisi Partai Demokrat mengkritik wajah baru pesawat kepresidenan RI yang dicat merah dan menghabiskan dana Rp 2 miliar.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memberikan klarifikasi terkait wajah baru Pesawat Kepresidenan RI.
Diketahui, cat ulang Pesawat Kepresidenan RI sempat menuai pro kontra.
Ada saja pihak-pihak yang berkomentar miring mengenai warna barunya hingga anggaran yang digunakan.
Dilansir TribunWow.com, pesawat dengan kode register A-001 Indonesia One itu kini berbah warna menjadi bercorak merah putih.
Ali Ngabalin tampak tak habis pikir dengan pihak yang mencari-cari celah untuk mencibir atau sekadar mengkritik perubahan tersebut.
"Jadi beberapa jam ini menjadi sangat viral jadi pemberitaan di mana-mana tapi tidak banyak tokoh, tidak banyak pakar, tidak banyak pemimpin yang mengerti tentang suatu masalah kemudian ngomong ngerocos bebas saja di media sosialnya," ujar Ngabalin dikutip dari Kompastv, Selasa (3/8/2021)..
Ngabalin menjelaskan, pesawat kepresidenan tersebut sudah tujuh tahun lamanya belum menjalani perbaikan besar.
Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan pembaruan terhadap pesawat yang digunakan oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Kalau mereka tahu bahwa pesawat kepresidenan ini lebih kurang sudah tujuh tahun, sudah sangat lama jadi dia harus dalam overhaul ada pemeriksaan pada perbaikan besar besaran," kata Ngabalin.
Ngabalin juga menyayangkan adanya komentar yang cenderung dipaksakan untuk sengajak mencibir atau bahkan mempolitisir hal tersebut.
Pasalnya, sempat beberapa tokoh melayangkan kritik di media sosial.
"Saya lihat juga caption dimuat, warna juga jadi pembicaraan di ruang publik, ada masalahkah dengan warna?," ucap Ngabalin.
"Warnanya merah putih, warna kebangsaan kita."
Oleh sebab itu, pihaknya terpaksa harus memberikan klarisikasi tersebut untuk membendung kabar yang liar.
Terlebih, tak sedikit yang menyoroti soal anggaran negara untuk perbaikan pesawat di tengah pandemi.