Breaking News:

Virus Corona

Pandu Riono Marah, Sebut Pemerintah Hanya Tambal Sulam Tangani Covid-19: Sampai Jokowi Berakhir

Epidemiolog Pandu Riono geram melihat pemerintah Indonesia panik dan tidak bisa konsisten menangani pandemi Covid-19.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube tvOnenews
Pandu Riono marah melihat pemerintah Indonesia panik dalam menangani pandemi Covid-19, Minggu (2/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono geram dengan cara pemerintah Indonesia menangani pandemi Covid-19.

Pandu Riono menyebut pemerintah hanya melakukan upaya tambal sulam dalam mengatasi Virus Corona.

Oleh sebab itu, Indonesia tidak pernah mencapai angka penurunan Covid-19 yang signifikan dan konsisten.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021). (Instagram/@jokowi)

Baca juga: Tetap Disuruh Vaksin meski Sakit, Mahasiswa di Aceh Kejang dan Lumpuh setelah Suntik Vaksin Covid-19

Dilansir TribunWow.com, Indonesia sempat mengalami sedikit penurunan saat PPKM Darurat.

Namun, penularan kembali melonjak hingga pemerintah berulangkali mengganti-ganti aturan.

"Kita tidak pernah mencapai situasi kondisi di mana penularannya sangat rendah," kata Pandu Riono dikutip TribunWow.com dari tvonenews, Senin (2/8/2021).

"Artinya apa, semua respons pemerintah itu tambal sulam, panik. Begitu kasus naik, baru dilakukan pengetatan, dikasih nama pengetatan darurat."

"Kita enggak bisa menangani pandemi dengan tambal sulam, responsif, nunjuk Pak Luhut dan sebagainya. Kita harus punya planing," tegasnya.

Pandu Riono heran dengan pemerintah yang dinilai tidak solid dalam menangani pandemi.

"Bagaimana negara Indonesia punya Badan Perancanaan Pembangunan Nasional, punya DPR, punya banyak ahli, tidak punya rencana yang solid untuk mengatasi pandemi," kata Pandu.

"Kalau begini caranya, itu akan naik turun naik turun. Kita tidak akan bisa menyelesaikan pandemi," tambahnya.

Baca juga: Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri Menurut dr Tirta

Baca juga: Perlu Diketahui, Ini Lama Waktu Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Gejala Ringan, Sedang hingga Berat

Kondisi seperti itu bisa membuat Indonesia benar-benar menuju jalur jebakan pandemi.

Pasalnya, belum ada tanda-tanda RI akan berhasil melawan pandemi.

"Seakan-akan kita bergerak sesuatu, tetapi tidak hasilnya yang sustain. Yang kita butuhkan penurunan kasus yang sustain, sehingga Indonesia bisa keluar dari jebakan pandemi," kata Pandu.

"Kalau tidak, sampai Pak Jokowi berakhir pun akan terjadi peningkatan kasus dan pandemi tidak selesai."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pandu RionoCovid-19Universitas IndonesiaEpidemiologJokowiVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved