Virus Corona
Pandu Riono Marah, Sebut Pemerintah Hanya Tambal Sulam Tangani Covid-19: Sampai Jokowi Berakhir
Epidemiolog Pandu Riono geram melihat pemerintah Indonesia panik dan tidak bisa konsisten menangani pandemi Covid-19.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono geram dengan cara pemerintah Indonesia menangani pandemi Covid-19.
Pandu Riono menyebut pemerintah hanya melakukan upaya tambal sulam dalam mengatasi Virus Corona.
Oleh sebab itu, Indonesia tidak pernah mencapai angka penurunan Covid-19 yang signifikan dan konsisten.

Baca juga: Tetap Disuruh Vaksin meski Sakit, Mahasiswa di Aceh Kejang dan Lumpuh setelah Suntik Vaksin Covid-19
Dilansir TribunWow.com, Indonesia sempat mengalami sedikit penurunan saat PPKM Darurat.
Namun, penularan kembali melonjak hingga pemerintah berulangkali mengganti-ganti aturan.
"Kita tidak pernah mencapai situasi kondisi di mana penularannya sangat rendah," kata Pandu Riono dikutip TribunWow.com dari tvonenews, Senin (2/8/2021).
"Artinya apa, semua respons pemerintah itu tambal sulam, panik. Begitu kasus naik, baru dilakukan pengetatan, dikasih nama pengetatan darurat."
"Kita enggak bisa menangani pandemi dengan tambal sulam, responsif, nunjuk Pak Luhut dan sebagainya. Kita harus punya planing," tegasnya.
Pandu Riono heran dengan pemerintah yang dinilai tidak solid dalam menangani pandemi.
"Bagaimana negara Indonesia punya Badan Perancanaan Pembangunan Nasional, punya DPR, punya banyak ahli, tidak punya rencana yang solid untuk mengatasi pandemi," kata Pandu.
"Kalau begini caranya, itu akan naik turun naik turun. Kita tidak akan bisa menyelesaikan pandemi," tambahnya.
Baca juga: Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri Menurut dr Tirta
Baca juga: Perlu Diketahui, Ini Lama Waktu Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Gejala Ringan, Sedang hingga Berat
Kondisi seperti itu bisa membuat Indonesia benar-benar menuju jalur jebakan pandemi.
Pasalnya, belum ada tanda-tanda RI akan berhasil melawan pandemi.
"Seakan-akan kita bergerak sesuatu, tetapi tidak hasilnya yang sustain. Yang kita butuhkan penurunan kasus yang sustain, sehingga Indonesia bisa keluar dari jebakan pandemi," kata Pandu.
"Kalau tidak, sampai Pak Jokowi berakhir pun akan terjadi peningkatan kasus dan pandemi tidak selesai."