Virus Corona
Luhut Prediksi Kasus Covid-19 akan Naik Tinggi: Masyarakat Indonesia Tidak Perlu Khawatir
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak khawatir jika nanti angka kasus Covid-19 harian akan semakin meninggi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Saya memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir karena dengan semakin banyak orang yang dites dan dilacak, maka potensi penularan virus bisa berkurang.
Pasien konfirmasi positif atau kontak erat dengan hasil positif akan dibawa ke tempat-tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan lengkap dengan fasilitasnya yaitu 49.000 bed isolation, oksigen, obat-obatan dan perawatan penunjang lainnya sesuai standar WHO.
Selain upaya 3T yang akan lebih masif ke depannya, saya juga tekankan agar vaksinasi harus terus berjalan.
Dengan target stok vaksin bulan depan yang harus tersedia sebanyak 50 juta dosis, saya kira target 2 juta suntikan vaksin per harinya bisa tercapai pada awal Agustus ini.
Secara khusus Presiden @jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian.
Untuk itu saya sampaikan kepada seluruh K/L terkait agar selalu mengecek dan melihat keadaan di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing, apakah sudah berjalan pelaksanaan "testing, tracing, dan treatment" ini.
Jika saat ini kami yang duduk di pemerintahan sedang mengejar pelaksanaan 3T, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu kami dengan lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar kehidupan dan aktivitas kita bisa normal kembali seperti sedia kala."
Baca juga: Bansos PPKM Mulai BLT UMKM Rp 1,2 Juta hingga Bansos Rp 300 Ribu, Cek Syarat Mendapatkannya
3 Indikator Penentu PPKM Level 4 Diperpanjang
Sebelumnya diberitakan, Luhut telah membeberkan tiga indikator penentu perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali.
Dilansir TribunWow.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa PPKM Level 4 diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.
Luhut sebagai Koordinator PPKM mengatakan, penerapan PPKM berdasarkan level sudah dikaji berdasarkan tiga faktor utama.
Baca juga: Mengira PPKM Berakhir, Pedagang di Tasikmalaya Makan Nasi Liwet Bersama di Jalan, Videonya Viral
Hal tersebut disampaikan Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube PerekonomianRI, Minggu (25/7/2021).
Di antaranya tiga indikator yang dimaksud adalah, laju penularan kasus.
Kedua, respons sistem kesehatan yang berdasarkan panduan dari WHO.
"Dan indikator ketiga adalah kondisi sosio ekonomi masyarakat," kata Luhut dikutip dari Kompastv, Senin (26/7/2021).
Baca juga: Cek Syarat Mendapatkan Bansos PPKM, dari BLT UMKM Rp 1,2 Juta, BST, hingga Diskon Token Listrik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/menteri-1kan-naik-tinggi-seir22021.jpg)