Virus Corona
Bilal Tewas di Becak karena Covid-19, Napas Sempat Tersengal-sengal hingga Pemakaman Terhalang Biaya
Bilal (84), pria sebatang kara meninggal dunia di atas becaknya yang terparkir di Jalan Magangan Kulon di Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, DIY.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
Saat ditemukan, jasad Bilal dalam kondisi meringkuk di atas becak dengan mata tertutup.
Setelah mengetahui kematian Bilal, pelajar itu langsunng melapor ke ketua RT.
Napas Tersengal-sengal
Baca juga: Diduga Rebutan Uang, Tukang Becak Tewas Bersimbah Darah Dibacok Rekannya, Jasad Tergeletak di Jalan
Baca juga: Ini Cara Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Berkontribusi dalam Melawan Covid-19 di Indonesia
Saksi bernama Suryantoro (48) mengaku sempat melihat Bilal di hari yang sama.
Saat itu, napas Bilal disebutnya sudah tersengal-sengal.
Ia menduga Bilal menderita penyakit paru-paru.
“Para warga ini sudah menghubungi putri almarhum. Namun, dia tak kunjung datang juga,” terang Hamdani.
Terkendala Biaya Rp 5 Juta
Handani melanjutkan, evakuasi jasad Bilal dilakukan seusai protokol kesehatan.
Pasalnya, Bilal diketahui terpapar Covid-19.
“Positif, dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta. Setelah itu, kami informasi ke keluarga jika almarhum sudah ada di RSUD,” katanya.
Namun, pemakaman jasad Bilal terhalang biaya Rp 5 juta.
Anak semata wayang Bilal mengaku tak punya uang untuk memakamkan sang ayah.
Bahkan, jasad Bilal masih berada di RSUD Kota Yogyakarta hingga tiga hari lamanya.
Tak tega melihat nasib jasad Bilal, Handani lantas merelakan uang dari kantong pribadinya.