Breaking News:

Terkini Nasional

Soroti Seruan Aksi Demo Jokowi End Game, Yunarto Wijaya: Lebih Mencerminkan Syahwat Politik

Pengamat politik Yunarto Wijaya alias Mas Toto menyoroti seruan aksi demo 'Jokowi End Game' yang dinilai melanggar hukum.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Sekretariat Presiden
Pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang Perkembangan Terkini PPKM Darurat, 20 Juli 2021. Terbaru, viral seruan aksi demo yang disebarkan melalui poster di media sosial untuk menolak PPKM dan menggulingkan presiden dengan judul 'Jokowi End Game', Minggu (25/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyoroti seruan aksi demonstrasi bertajuk 'Jokowi End Game'.

Dilansir TribunWow.com, seruan demo 'Jokowi End Game' digaungkan hingga viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Beredar sejumlah poster yang mengajak masyarakat turun ke jalan menuntut penolakan PPKM hingga penggulingan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam KompasTV, Senin (29/6/2020). Yunarto menyebutkan bahwa perombakan kabinet yang sedang ramai diisukan bisa jadi telah direncanakan sebelumnya.
Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam KompasTV, Senin (29/6/2020). Yunarto menyebutkan bahwa perombakan kabinet yang sedang ramai diisukan bisa jadi telah direncanakan sebelumnya. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Baca juga: Sosok Pria di Kramat Jati yang Diduga Jadi Provokator Aksi Jokowi End Game, Ketua RT: Enggak Nyangka

Menurut Yunarto, penyampaian aspirasi di kultur negara demokrasi memang sah-sah saja.

Namun, seruan aksi tersebut sangatlah tidak tepat mengingat kondisi Indonesia masih dalam masa berjuang melawan pandemi Covid-19.

"Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, pengumpulan massa apalagi yang diorganisir, menimbulkan kerumunan, saya pikir itu jelas pelanggaran hukum," ujar Yunarto dikutip dari KompasTV, Minggu (25/7/2021).

"Dan motifnya sudah pasti dikatakan tidak baik," katanya.

Selain dianggap melanggar hukum, pengumpulan massa untuk aksi demo juga dianggap mengorbankan masyarakat.

Apalagi, jika agenda tersebut memang gerakkan orang-orang yang hanya berkepentingan secara politis saja.

Oleh sebab itu, Yunarto tidak melihat sedikitpun niat baik dari rencana aksi yang gagal tersebut.

Baca juga: Polisi Tak Berani Datangi Rumah Provokator Demo Jokowi End Game, Ketua RT: Kita Sih Enggak Membela

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Ketua RT dari Provokator Jokowi End Game, Polisi Tak Berani Datang ke Rumah

"Sekeras-kerasnya kritik itu ketika dialamatkan dengan cara yang memungkinkan dalam kondisi daring, mau itu melalui daring, media, atau petisi, saya pikir itu sah-sah saja," ujar Yunarto.

"Tapi kalau sudah pengumpulan massa, saya pikir niatnya memang tidak baik."

"Lebih mencerminkan syahwat politik yang mengorbankan sebagian masyarakat yang melakukan demo itu," tambahnya.

Bukan tanpa alasan Yunarto menuding aksi tersebut tidak berniat baik.

Pasalnya, orientasi agenda yang ingin melakukan longmarch dar Glodok hingga Istana Negara itu bahkan tidak tak memikirkan dampak terkait pandemi Covid-19.

Ditambah, seruan aksi tersebut juga hanya ingin pemerintahan jatuh.

Oleh sebab itu, Yunarto mendukung agar aparat menindak tegas saja pihak-pihak yang memprovokasi atau mendalangi agenda tersebut.

"Jadi kalau sudah menggunakan end game, dalam sistem presidensial itu tidak dimungkinkan, kecuali ada kasus korupsi, atau perbuatan tercela yang dibuktikan secara hukum," kata Yunarto.

"Kalau betul ada upaya pengumpulan massa dan targetnya hanya end game dari rezim Jokowi, saya pikir harusnya penegak hukum harus bertindak tegas."

"Karena jelas akan mengorbankan masyarakat," tegas pengamat politik yang akrab disapa Mas Toto tersebut.

Baca juga: Viral Seruan Aksi Demo Jokowi End Game, Mahfud MD: Apa pun yang Diputuskan Pemerintah Diserang

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved