Lawan Covid19
Jubir Vaksinasi Kemenkes Sebut Tren Covid-19 Membaik, Kasus Positif hingga BOR Jawa-Bali Menurun
kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia selama beberapa hari menunujkkan tren yang positif.
Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid.
Ia mengatakan kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.
Baca juga: Kabar Baik, Pekerja yang Bergaji Rp 3,5 Juta Bakal Dapat Subsidi Rp 1 Juta, Ini Penjelasannya

Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta perbaikan pada laporan kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan.
Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.
Sedangkan angka kematian akibat covid-19 sebesar 383 kematian.
Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).
"Kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh menunjukkan tren yang baik dalam beberapa hari terakhir ini," kata Nadia.
Baca juga: Pemakaman Ditolak Warga sampai 5 Kali, Jenazah Pasien Covid-19 Terlunta-lunta hingga Esok Harinya
Untuk itu ia berharap tren tersebut terus berlanjut seiring diberlakukannya PPKM Level 4.
"Semoga tren ini terus berlanjut seiring dengan diberlakukannya PPKM level 4," kata dia.
BOR Jawa-Bali Menurun
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh Provinsi di Jawa-Bali relatif menurun sepekan terakhir.
Namun demikian, kata dia, sebagian besar Provinsi di Jawa-Bali masih di level kapasitas respons yang sama.
Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).
"Terkait keterisian tempat tidur (BOR) di tiap provinsi relatif menurun walaupun sebagian besar Provinsi di Jawa Bali masih di level kapasitas respons yang sama seperti provinsi DIY, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur," kata Nadia.