Virus Corona
Infeksi Covid-19 Bisa Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung, Berikut Penjelasannya
Bahaya dari infeksi Covid-19 ternyata tidak hanya sebatas menimbulkan gejala umum seperti demam, batuk, hingga sesak napas.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Bahaya dari infeksi Covid-19 ternyata tidak hanya sebatas menimbulkan gejala umum seperti demam, batuk, hingga sesak napas.
Dengan Covid-19 yang merupakan virus yang menyerang organ paru-paru, maka ada kaitannya dengan potensi stroke maupun serangan jantung.
Covid-19 memiliki dampak lanjutan yang bisa menyebabkan penyakit lebih parah.
Penelitian menunjukkan adanya kaitan antara Covid-19 dan risiko stroke seseorang.
Baca juga: Cek Kebenarannya Apakah Vaksin Covid-19 Bisa Ganggu Siklus Menstruasi?
Baca juga: Jangan Salah, Air Kelapa Bukan untuk Cegah Covid-19, Berikut 6 Manfaat Aslinya bagi Kesehatan
Namun, dilansir dari Medical News Today dan Healthline, beberapa laporan menunjukkan bahwa ada potensi hubungan antara stroke dan COVID-19, terutama pada orang dewasa muda.
Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 dapat meningkatkan risiko terjadinya vaskular trombotik, atau trombosis.
Trombosis terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dan menyumbat pembuluh darah, seperti arteri atau vena.
Penyumbatan aliran darah tersebut dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, termasuk beberapa hal berikut.
- Serangan jantung: ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung
- Stroke: ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke otak
- Serangan iskemik transien (ministroke): ketika gumpalan darah sementara menghalangi aliran darah ke otak
- Iskemia ekstremitas kritis: ketika gumpalan menghalangi suplai darah ke tungkai
- Emboli paru: ketika gumpalan menghalangi aliran darah ke paru-paru
Baca juga: Sulit Dibedakan, Berikut Cara Deteksi Awal Batuk Biasa atau Gejala Covid-19
Baca juga: Waspada Komplikasi pada Lansia yang Terinfeksi Covid-19, Kenali Gejala-gejalanya
Penelitian telah menemukan bahwa orang yang memiliki SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, mengalami pembekuan darah yang tidak normal sebagai respons peradangan terhadap virus tersebut.
Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah. Jika gumpalan darah menyumbat arteri ke otak, itu menyebabkan stroke.
Menurut UK Stroke Association, peneliti menemukan beberapa kasus yang menunjukkan pasien Covid-19 terkena stroke, terutama orang dengan kondisi berikut.
- Orang dengan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung
- Orang dengan gejala parah Covid-19
- Orang-orang dari etnis Asia
Menurut artikel tahun 2020 berjudul “Risk of Ischemic Stroke in Patients With Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) vs Patients With Influenza”, orang dengan Covid-19 memiliki risiko terkena stroke sebesar 7,6 kali daripada orang dengan flu biasa.
Artikel lain berjudul “Neurological associations of COVID-19” mencatat bahwa daerah yang memiliki kasus Covid-19 tinggi juga mengalami peningkatan kasus stroke.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stroke dialami orang yang lebih muda dengan Covid-19.
Tiga studi terpisah dari New York, Paris, dan Philadelphia menunjukkan bahwa orang dengan Covid-19 yang mengalami stroke secara signifikan berusia lebih muda.
Namun, UK Stroke Association menunjukkan bahwa orang yang lebih tua dengan Covid-19 masih jauh lebih mungkin terkena stroke daripada orang yang lebih muda dengan Covid-19. (Kompas.com)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Benarkah Covid-19 Dapat Meningkatkan Risiko Stroke?