Terkini Daerah
Satu-satunya HP untuk Sekolah Online Dijambret, Ibu Korban Kejar Pelaku hingga Tersungkur di Aspal
Bekerja serabutan, Uyet (32) kini bingung bagaimana mengganti smartphone putrinya yang hilang dijambret OTK padahal perlu untuk sekolah online.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Uyet (32) hanya bisa menangis seusai handphone milik putrinya AN (13) dijambret oleh dua pria tak dikenal saat AN tengah sibuk bermain HP di depan rumahnya di Jalan Sultan Muhammad Mansyur Bukit Lama Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/7/2021) malam.
Mirisnya, HP yang dijambret itu adalah satu-satunya smartphone yang dimiliki oleh Uyet, dan kesehariannya digunakan oleh korban yang merupakan siswi sekolah menengah pertama (SMP) untuk mengikuti kegiatan belajar online.
Pada saat penjambretan terjadi, Uyet mengaku sempat berusaha menangkap sang pelaku tapi upayanya tak membuahkan hasil.

Baca juga: Sosok Aipda Purnomo, Polisi Viral Bagi-bagi Uang ke Tukang Becak: Kami Hanya Memberi Sedikit Senyum
Baca juga: Sebar Ajakan Demo di Medsos, Pria di Banyumas Kesal Menganggur Gara-gara PPKM Darurat
Dikutip TribunWow.com dari Sripoku.com, alih-alih menangkap pelaku, Uyet saat itu justru harus terluka karena terjatuh ketika berlari mengejar pelaku yang menggunakan motor.
Gara-gara terjatuh di aspal, Uyet mengalami luka di lutut kanan dan kiri.
Walaupun tersungkur, Uyet kala itu kembali bangkit dan berusaha mengejar pelaku.
"Waktu itu sempat juga ada yang mau bantu saya. Tapi karena kami lihat mereka lari ke lorong yang disana banyak jalan tembusan, ya sudah. Tidak jadi dikejar, karena pasti percuma," ucap Uyet yang masih sesegukan menahan tangis, Senin (19/7/2021).
Uyet kini kebingungan bagaimana cara agar anaknya bisa tetap bersekolah secara online.
Dirinya saat ini juga kesusahan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebab sang suami sudah lama sakit dan tidak bisa bekerja.
"Jadi saya kerja serabutan supaya kami bisa makan, anak-anak juga bisa sekolah. Bapaknya ini sudah lama sakit, tapi yang benar-benar tidak bisa kerja sejak dua tahun lalu," jelas Uyet.
Uyet bercerita, HP yang dipakai anaknya itu merupakan hasil tabungan sebelum pandemi Covid-19.
"Kemarin sebelum ada corona, masih bisa nabung sedikit-sedikit. Tapi sekarang untuk makan saja sulit, apalagi mau beli HP," ujarnya yang makin terisak.
Meskipun aksi penjambretan terekam kamera CCTV, Uyet masih takut melapor karena bingung dan tidak tahu.
"Saya cuma berdoa semoga ada keajaiban. Semoga rejeki kami lancar supaya bisa beli HP untuk sekolah anak saya," harapnya.
Baca juga: Modal Nekat Chat Kapolda Aceh, Siswi SMA Ini Menahan Tangis Curhat Minta Dikirimi Ban Bekas
Pelaku Tunjukkan Sebuah Foto ke Korban