Virus Corona
Apa Saja Efek Samping dari Vaksin Covid-19 dan Kapan Harus Mendapat Pertolongan Medis?
Pemerintah sedang menggencarkan program vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunal dalam menghadapi Virus Corona.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah sedang menggencarkan program vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunal dalam menghadapi Virus Corona.
Dikutip dari situs Satgas Covid-19, covid19.go.id pada Sabtu (17/7/2021), dijelaskan bahwa vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu.
Sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Baca juga: Bisa Jadi Racun, Ini Bahaya Konsumsi Obat Terapi Covid-19 Tanpa Resep Dokter
Baca juga: Sedang Isolasi Mandiri karena Covid-19? Ikuti 9 Langkah Ini untuk Dapat Obat Gratis dari Pemerintah
Orang yang tidak mendapat vaksin akan lebih rentan terkena penyakit menular dibandingkan orang yang telah mendapat vaksin.
Namun, sejumlah orang mengeluhkan efek samping vaksin Covid-19 usai mereka mendapatkan suntikan vaksin.
dr. Dirga Sakti Rame menyatakan bahwa betul vaksin Covid-19 memiliki efek samping.
"Hampir semua produk medis sebetulnya punya efek samping," ujarnya.
Bukan hanya pada produk medis bisa mendapatkan efek samping, makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari juga dapat menimbulkan efek samping negatif.
Dia mencontohkan jika makan nasi terlalu banyak juga dapat menimbulkan diabetes.
"95 persen efek samping vaksin itu sifatnya ringan, nyeri sendi lokal dibekas suntikan," ujarnya.
Berikut beberapa gejala yang kerap muncul usai divaksin:
1. Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
2. Nyeri sendi
3. Menggigil
4. Mual atau muntah
5. Rasa lelah
6. Demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C)
Baca juga: Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, Bagaimana jika Tak Lengkap?
Satgas mengingatkan bahwa efek samping vaksin jauh lebih ringan dibandingkan terkena Covid-19 ataupun komplikasi terkait Virus Corona.
Reaksi yang terjadi biasanya menandakan vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita.
Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit.
"Demam karena vaksinasi umumnya berlangsung paling lama hanya 48 jam," ujarnya.
Menurutnya efek samping vaksin hanya bersifat ringan, oleh karena itu penanganannya juga tidak perlu istimewa.
Jika terdapat rasa nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan dan gunakan lengan seperti biasa. Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin.
"Jika kita demam atau anak kita demam bisa meminum obat penurun demam," ujarnya.
Dikatakan jika para ahli sepakat bahwa vaksinasi dan penerapan 3M merupakan cara kita keluar dari pandemi ini.
Lalu kapan seseorang harus menghubungi tenaga kesehatan jika merasa efek vaksin Covid-19?
Jika demam timbul pada waktu lebih dari 48 jam setelah vaksinasi, atau berlangsung lebih lama dari 48 jam, langkah yang disarankan adalah isolasi mandiri dan melakukan tes COVID-19.
Penting untuk tetap tenang dan melaporkan ke petugas kesehatan melalui nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi jika keluhan tidak berkurang. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-penyuntikan-vaksin-covid-19.jpg)