Virus Corona
Pasien Covid-19 Bisa Cek Ketersediaan IGD Rumah Sakit saat Isolasi Mandiri Lewat Siranap 3.0
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis aplikasi Siranap 3.0 untuk mengcek ketersediaan ruang IGD di rumah sakit secara online
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis aplikasi Siranap 3.0 untuk mengecek ketersediaan ruang IGD di rumah sakit secara online.
Aplikasi tersebut dipublikasi melalui akun Instagram @Kemenkes_ri pada Minggu (11/7/2021).
"SIRANAP 3.0 hadir untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi terbaru seputar ketersediaan tempat tidur IGD beserta jumlah antrian Pasien di IGD," tulis akun tersebut.
Aplikasi tersebut bisa diakses di laman https://link.kemkes.go.id/NewSiranap
Data yang ada dalam laman tersebut akan dilakukan update selama 3 jam sekali.
Baca juga: Tips Atasi Anosmia akibat Covid saat Isolasi Mandiri, Dokter Sarankan Latihan Penciuman, Ini Caranya
Baca juga: Pemerintah akan Bagikan Paket Obat Covid-19 Gratis, Ganjar Minta yang Isolasi Mandiri Lapor RT
Untuk tahap awal ketersediaan ruang IGD yang dapat di lacak hanya untuk area DKI Jakarta.
"Secara bertahap diharapkan bisa berkembang di seluruh daerah di Indonesia," lanjutnya.
Tim TribunWow.com pada Selasa (13/7/2021) mencoba mengakses laman tersebut, dalam situs tersebut terdapat pilihan untuk mengecek ketersediaan ruang IGD untuk pasien Covid-19 atau bukan pasien Covid-19.
Ada pilihan provinsi dan kota/kabupaten yang bisa dipilih untuk melihat ketersediaan ruang IGD di rumah sakit.
Kini pilihan provinsi di laman tersebut tidak hanya DKI Jakarta, namun juga ada pilihan lain dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kalimantan Utara yang merupakan provinsi baru di Indonesia, dan juga Papua Barat sudah terdaftar dalam laman tersebut.
Namun di Kalimantan Utara baru tesedia empat rumah sakit untuk pasien Covid-19, sedangkan di Papua Barat terdapat tujuh rumah sakit.
Jika ruang IGD penuh akan tertulis penuh dengan tulisan berwarna merah dengan jam terakhir kali update di lapangan.
Sedangkan jika ruang tersedia akan tertulis jumlah ketersediaan rumah sakit.
Di sana juga tercantum kontak untuk mengkonfirmasi ketersediaan dan alamat lengkap rumah sakit.

Sebelumnya, dalam kebanyakan kasus Covid-19 pasien bisa sembuh tanpa mendapat perawatan khusus dari tenaga kesehatan.
Untuk itu pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri.
Namun, meski tanpa gejala sekalipun, pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah wajib melaporkan diri kepada Satgas Covid-19 sepempat dan lingkungan sekitar.
Itu bertujuan untuk memantau perkembangan kesehatan pasien dan menjadi pusat bantuan jika pasien yang sedang isolasi mandiri membutuhkan bantuan.
Karena gejala pasien Covid-19 dapat meningkat selama dia menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Isolasi Mandiri karena Covid-19? Ini Doa Memohon Kesembuhan ketika Sedang Diuji Penyakit
Berikut Beberapa Gejala yang Harus Diperhatikan:
1. Suhu Tubuh
Suhu tubuh pasien di atas 38 derajat celcius selama tiga hari berturut-turut, bahkan setelah minum obat demam segera laporkan kepada tenaga kesehatan untuk mendapat bantuan.
2. Saturasi Oksigen
Saturasi oksigen hanya bisa diukur dengan oxymeter, saturasi oksigen dalam kondisi normal adalah di atas 95%.
Pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen di bawah 93% dianjurkan langsung mendatangi UGD untuk mendapat pertolongan.
Menurutnya saturasi oksigen 92% atau di bawahnya harus sudah mendapat pertolongan medis.
Baik suhu tubuh dan saturasi oksigen baiknya dicek 3 kali dalam satu hari.
3. Mengalami Sesak Napas
Pasien yang merasa mengalami sesak napas juga diperkenankan untuk menghubungi tenaga kesehatan atau menelpon layanan darurat untuk mendapat pertolongan.
4. Merasa Sangat Lemas
Meski tidak bisa diukur secara pasti, namun jika pasien Covid-19 merasa sangat lemas, jangan ragu untuk menghubungi layanan darurat atau tenaga kesehatan untuk mendapat pertolongan.
5. Penurunan Kesadaran
Penurunan kesadaran di sini dalam arti pasien Covid-19 sudah merasa terlalu banyak tidur dan lebih mudah merasa lupa atau linglung ketika menjalani isolasi mandiri.
Jika pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri merasakan hal tersebut segeralah melapor pada tenaga kesehatan. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya