Breaking News:

Virus Corona

Demam saat Isolasi Mandiri? Jangan Panik, Berikut Cara Perawatan Pasien Covid-19 di Rumah

Pasien Covid-19 tanpa gelaja atau gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengikuti anjuran yang ditetapkan pemerintah

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona, Kemenkes tidak menganjurkan pasien Covid-19 melakukan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 tanpa gelaja atau gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengikuti anjuran yang ditetapkan pemerintah. 

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah membagi pasien Covid-19 dengan beberapa klasifikasi yang bisa dibedakan yaitu tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat.  

Untuk gejala sedang dan berat harus melakukan konsultasi dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut. 

Pada pasien tanpa gejala atau gejala ringan, ada beberapa gejala yang umum ditemui pada pasien Covid-19.

Baca juga: Ibu Menyusui Sedang Isolasi Mandiri? Ini Panduan Memberikan ASI bagi Ibu yang Positif Covid-19

Dikutip dari situs WHO, gejala paling umum adalah demam, batuk dan biasanya kering, merasa kelelahan.

Ada juga beberapa gejala yang ditemui pada pasien Covid-19 namun jarang terjadi yaitu rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, mual dan diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, dan ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki.

Gejala setiap pasien Covid-19 bisa berbeda-beda dan bisa datang secara bertahap. 

Pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri bisa terkena gejala tersebut meski sebelumnya tidak memiliki gejala. 

Kementerian Kesehatan juga membuat anjuran yang perlu diketahui agar pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri tetap aman. 

Dilansir dari Instagram @kemenkes_ri pada Rabu (7/7/2021), pastikan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 melaporkan dirinya kepada lingkungan sekitar seperti Puskesmas, RT, RW dan tetangga di tempat isolasi mandiri dilakukan. 

Mereka bisa membantu mengawasi kondisi dan membantu pasien selama menjalani isolasi. 

Adapun beberapa hal untuk perawatan pasien Covid-19 adalah:

1. Ikuti instruksi tenaga kesehatan untuk obat-obatan yang digunakan selama masa perawatan. 

2. Jika mengalami demam, nyeri otor, atau sakit kepala minum parasetamol dan ikuti petunjuk tenaga kesehatan untuk dosisnya.

Dosis orang dewasa biasanya satu atau dua tablet 500 mg atau satu tablet 650 mg, maksimal 4 kali dalam 24 jam dan selalu beri jarak antar dosis minimal 4 jam. 

Dosis anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun atau berat badan di bawah 50 kg, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk dosis. 

Jika panas masih berlanjut tempelkan kain basah dingin di dahi. 

3. Jika kadar oksigen 90% atau lebih tetapi di bawah 94% hubungi tenaga kesehatan atau minta perawatan di RS.

Tenaga kesehatan mungkin memberikan resep steroid, jika demikian ikuti instruksinya dengan ketat, jangan melakukan pengobatan sendiri. 

Baca juga: Kenali Beda Gejala pada Covid-19, Ringan, Sedang, Berat, hingga Cara Perawatannya

4. Jika kadar oksigen di bawah 90% Anda mengalami Covid-19 berat. 

Hubungi penyedia layanan kesehatan atau minta segera di rawat di RS.

Gunakan oksigen dan minum steroid sesuai anjuran tenaga kesehatan jika tidak bisa segera di rawat di RS.  

5. Terkadang Covid-19 dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder dan infeksi jamur.

Jika Demikian tenaga kesehatan dapat menyarankan antibiotik atau anti jamur, ikuti instruksi tersebut dengan ketat dan jangan melakukan pengobatan sendiri. 

Baca juga: Gejala Ringan Covid-19 yang Biasa Muncul, Bisa Isolasi Mandiri di Rumah

Hal yang tidak dianjurkan oleh Kemenkes antara lain:

1. Melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik, antibiotik tidak berdampak pada virus termasuk Covid-19.

2. Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan steroid. penggunaan steroid berlebih dapat berdampak serius.

3. Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan obat lain, berkonsultasilah selalu dengan tenaga kesehatan jika ingin mengkonsumsi obat diluar obat yang dianjurkan. 

4. WHO tidak merekomendasikan penggunaan hidrosiklarokuin, lopinavir/ritonavir. 

Terkait suplemen dan hal yang harus ada di rumah juga sudah diringkas oleh Andi dan sudah dikampanyekan sejak tahun lalu, bahkan sejak awal pandemi.

Jika tidak bisa memenuhi kebutuhan vitamin dari makanan, dr Andi Khomeini Takdir menyarankan untuk menambah dengan suplemen makanan.

Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin D, vitamin C, dan Zinc.

"Kalau orang itu punya akses terhadap makanan yang bergizi seperti ikan, telur, dan juga dari susu ditambah berjemur itu bisa meningkatkan vitamin D," ujarnya. 

"Vitamin C, misalnya dari buah-buahan, kita butuh (vitamin C) sekitar 300 hingga 500 miligram," jelasnya. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Lainnya Terkait Virus Corona

Tags:
DemamCovid-19Virus Coronaisolasi mandiri
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved