Artis Terjerat Kasus Narkoba
Alasan Nia Ramadhani Pakai Sabu karena Tekanan Pekerjaan Jadi Sorotan, Ahli Forensik Ungkap Efeknya
Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, belakangan ini menjadi sorotan publik.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, belakangan ini menjadi sorotan publik.
Tak terkecuali pakar psikologi forensik, Reza Indragiri yang turut buka suara soal penangkapan suami istri tersebut.
Sebagaimana diketahui, Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba pada Rabu (7/7/2021) kemarin.

Baca juga: Sosok Nia Ramadhani yang Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba dengan Suaminya, Ardi Bakrie
Baca juga: Hotman Paris Niat Kirim Soto ke Nia Ramadhani yang Kena Kasus Narkoba: Kita Semua Ini Tidak Bersih
Saat penangkapan ditemukan barang bukti satu klip sabu seberat 0,78 gram dan alat hisap sabu.
Diketahui, polisi mengungkapkan alasan Nia menggunakan sabu adalah karena tekanan pekerjaan dan kondisi pandemi Covid-19.
Menurut Reza, sabu-sabu dapat memberikan efek kegembiraan kepada pemakainya.
Menurutnya mengonsumsi sabu-sabu bisa memberikan rasa penuh semangat.
Seolah-olah pemakai sabu tersebut bisa bekerja terus-menerus tanpa butuh istirahat.
"Tentang jenis narkoba yang dipakai tersangka tersebut, dalam kasus ini yang dipakai adalah sabu-sabu. Efek sabu-sabu bagi penggunanya adalah muncul kegembiraan."
"Rasa penuh semangat seolah-olah akan bisa bekerja nonstop tanpa istirahat dan serba 'positif' lainnya," kata Reza dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (9/7/2021).
Baca juga: Beda Penangkapan Kasus Narkoba Nia Ramadhani dan Anji, Mobil yang Dipakai hingga Tangan Diborgol
Lebih lanjut, Reza mengungkapkan alasan seseorang menggunakan sabu-sabu ini bisa dilihat dalam dua konteks.
Yakni konteks mikro seperti dari faktor individu dan keluarga, atau konteks makro seperti kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang.
"Jadi pertanyaannya kenapa ada orang yang menggunakan sabu-sabu yang bisa membuat perasaan meluap-luap sedemikian gembira. Kita bisa lihat konteks yang mikro, dari individu dan keluarga."
"Atau kita bisa lihat konteks yang makro yang saat ini disaat ini ada sangkut pautnya juga dengan pandemi," tambah Reza.