Breaking News:

Virus Corona

Angka Kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi, Ganjar Pranowo Minta Tambahan Vaksin

Ganjar Pranowo meminta tambahan vaksin kepada Kementerian Kesehatan mengingat angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah jadi yang tertinggi.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram @ganjar_pranowo
Momen Ganjar Pranowo kunjungi tempat isolasi pasien Covid-19 di Kebumen, Sabtu (3/7/2021). Terbaru, Ganjar Pranowo beri tanggapan terkait angka kematian yang tinggi di Jawa Tengah, Jumat (9/7/2021). 

"Disamping itu di sisi hilir kita juga harus menyiapkan banyak fasilitas," pungkas Ganjar Pranowo.

Menurut rilis harian Kemenkes dan BNPB, adapun penambahan kasus secara nasional sebanyak 852 pasien Covid-19 meninggal dunia per Kamis (8/7/2021).

Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah merupakan provinsi yang paling banyak kasus kematiannya dalam 24 jam, yaitu 229 orang.

Angka tersebut kemudian disusul oleh Jawa Timur sebanyak 165 orang, Jawa Barat sebanyak 136 orang, dan DKI Jakarta sebanyak 130 orang.

Baca juga: Kesiapan Kepala Daerah untuk PPKM Darurat Besok, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, hingga Ganjar Pranowo

Alasan Ganjar Pranowo Tutup 7.000 RT

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons baik instruksi pemerintah pusat untuk menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM Darurat) mulai 3-20  Juli 2021.

Bahkan, Ganjar Pranowo mengatakan Pemprov Jateng akan merealisasikan instruksi tersebut dengan melakukan lockdown di lebih dari 7000 RT.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo melalui acara Mata Najwa, Rabu (30/6/2021).

Padahal, data dari pemerintah pusat hanya mewajibkan 105 RT saja yang dianggap zona merah dan perlu melakukan lockdown.

"Kalau pakai data dari pusat, itu sebenarnya ya hanya 105 RT saja. Tapi kami gunakan data epidemiologis yang ada, maka nemu 7.666 RT," imbuhnya." kata Ganjar dikutip TribunWow.com, Kamis (1/7/2021).

"Dari 7.666 RT, kemudian kemarin saya keluarkan instruksi gubernur yang salah satunya kita minta itu kita lockdown, di level RT," imbuhnya.

Baca juga: Pria di Sragen Ancam Bidan Desa dengan Parang saat akan Jemput Pasien Covid-19, Begini Kronologinya

Rupanya, Pemprov Jateng sengaja melakukan improvisasi sendiri dalam mengartikan PPKM Darurat yang diinstruksikan pemerintah pusat tersebut.

"PPKM mikro (darurat) kita terjemahkan dalam bentuk aksi mengontrol sampai tingkat RT," imbuhnya.

Najwa Shihab pun penasaran dengan skema lockdown yang dimaksud.

Ganjar lantas menjelaskan bahwa lockdown RT yang dimaksud adalah mengawasi warga agar tidak keluar, isolasi mandiri untuk yang sakit, dan pelaksanaan jogo tonggo.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaJawa TengahGanjar PranowoUpdate Virus CoronaPPKM Darurat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved