Breaking News:

PPKM Darurat

Pengakuan Nakes Tak Boleh Lewat Penyekatan PPKM Darurat: Pakai Surat Jalan, Kartu IDI Gak Tembus

Petugas kepolisian yang berjaga disebut tetap menahan sang nakes untuk keluar dari area penyekatan.

Editor: Mohamad Yoenus
Twitter.com/@AldhiTR
Viral kisah nakes yang hendak bertugas tak diperbolehkan lewat saat penyekatan PPKM Darurat. 

Di antaranya, penyekatan di jalan raya Jakarta - Bogor, tepatnya di Pasar Rebo Jakarta Timur yang membuat antrean pengendara mengular.

Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji sampai geram karena masih banyak masyarakat  yang ngeyel ingin masuk ke Jakarta saat PPKM Darurat hari ke-3, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Lurah Depok yang Gelar Resepsi saat PPKM Darurat Bantah Langgar Prokes, Akui Difasilitasi 200 Kursi

Pasalnya, masih banyak para pekerja non esensial tatap diminta masuk bekerja oleh perusahaan.

TNI bersama Polri mengaku kewalahan membendung arus kendaraan dari luar Jakarta.

"Saya sama Kapolda di sini memang berat sekali bagi kami sebagai aparat untuk menegakkan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Mayjen Mulyo Aji dikutip TribunWow.com dari tvOnenews, Senin (5/7/2021).

"Karena ternyata di antara semua yang perjalanan ke Jakarta, mayoritas adalah pekerja," terangnya.

Aparat terpaksa meminta masyarakat yang bukan pekerja sektor esensial dan kritikal untuk putar balik.

Meski kewalahan, Mayjen Mulyo Adi memastikan pihaknya akan tetap konsisten melakukan penyekatan.

PPKM Darurat hari ke 3 di DKI Jakarta timbulkan kemacetan parah - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mengakui pihaknya kewalahan melakukan penyekatan, Senin (5/7/2021).
PPKM Darurat hari ke 3 di DKI Jakarta timbulkan kemacetan parah - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mengakui pihaknya kewalahan melakukan penyekatan, Senin (5/7/2021). (YouTube tvOnenews)

Baca juga: TKA Asal China Masuk saat PPKM Darurat, Kepala Kantor Imigrasi Makassar Beri Penjelasan

"Apa artinya, perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta ini tidak mematuhi perintah dari pemerintah," kata

"Sehingga kami sendiri kewalahan."

"Tapi tetap kami konsisten untuk melaksanakan pekerjaan, menjaga wilayah jangan sampai terjadi seperti ini," tambahnya.

Sebagai aparat, TNI dan Polri sudah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin.

Pangdam Jaya menyayangkan masih banyaknya perusahaan non esesnsial yang meminta pekerjanya masuk.

Sehingga, PPKM Darurat justru mau tak mau menimbulkan kerumunan dan kemacetan panjang.

"Jadi kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengurangi jumlah manusia di Jakarta," kata Mayjen Mulyo Aji.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Tenaga KesehatanPPKM DaruratIkatan Dokter Indonesia (IDI)JakartaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved