Terkini Daerah
Bocah 3 Tahun Dihajar Ayah Tiri Pakai Baskom hingga Akhirnya Tewas, Pelaku Ternyata Orang Bermasalah
Miris, balita berusia tiga tahun akhirnya tewas setelah dirawat selama lima hari karena babak belur dihajar ayah tirinya yang kini buron.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
"Itu dari hasil penyelidikan anggota PPA kami, saat mendatangi RS BARI Palembang, saat korban meninggal dunia dan dari analisa dokter spesialis anak," kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, Sabtu (3/7/2021).
Baca juga: Viral Susu Beruang Jadi Rebutan Warga, Ahli Gizi Soroti Isi Kandungan: Susu Lain juga Bagus
Selain luka di telinga, korban juga mengalami luka patah tulang di bahu namun sudah sembuh.
Ibu korban yang tadinya bekerja di luar kota juga telah pulang setelah mendapati kabar anaknya meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan ibu korban, D kerap dianiaya oleh suami barunya alias ayah tiri korban.
“Ibunya bilang sering terjadi penyiksaan terhadap balita D," ujar Kompol Tri.
Ibu korban bercerita, luka di telinga korban terjadi karena pelaku memukul telinga korban menggunakan baskom.
Selain menggunakan baskom, korban juga kerap dihajar oleh pelaku menggunakan tangan kosong.
Korban Ditemukan Tetangga
Diketahui, D ditinggal sendirian oleh orangtuanya yang pergi bekerja di luar Palembang.
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, saat ditemukan korban memiliki luka cukup serius di bagian leher.
Saat dievakuasi oleh warga setempat, korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat lalu dirujuk ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Bari Palembang.
“Kondisi balita yang kami terima lemas dan adeknya ini mengalami kesulitan bicara. Kami juga sulit menanyakan penyebab awal adik ini dibawa ke IGD karena yang nganter bukan orangtuanya tapi tetangganya,” ujar dokter IGD RSUD Bari Palembang, dr Namira, Senin (28/6/2021).
Baca juga: Fakta Viral Mantan Wali Kota Tanjungpinang Ngamuk di Pasar, Berawal Lihat Cara Petugas Tangani Warga
Meskipun terlihat kesakitan, D sama sekali tidak menangis ketika diobati oleh para tenaga kesehatan (nakes).
Namira menyampaikan, pihak RS masih harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab luka di tubuh D.
“Kalau secara fisik, yang kami lihat dan temui memang ada luka. Begitu kami menerima balita ini lehernya enggak lurus, lehernya itu agak miring. Tapi penyebab miringnya itu masih butuh pemeriksaan lebih lanjut,” kata Namira.