Euro 2020
Rentetan Drama dan Perpecahan di Skuad Timnas Prancis, hingga Berujung Kegagalan di EURO 2020
Timnas Prancis secara mengejutkan harus tersingkir dari ajang Piala Eropa atau EURO 2020 lebih cepat.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Timnas Prancis secara mengejutkan harus tersingkir dari ajang Piala Eropa atau EURO 2020 lebih cepat.
Bertemu Swiss di babak 16 besar, Timnas Prancis justru takluk melalui drama adu penalti dengan skor 5-4 di National Arena, Bukharest, Rumania, Selasa (29/6/2021).
Padahal Timnas Prancis sendiri di EURO 2020 membawa modal dan semangat sebagai juara Piala Dunia 2018.

Baca juga: Gagal Total Bersama Prancis di EURO 2020, Kylian Mbappe Harus Belajar dari 4 Nasib Buruk Ronaldo
Baca juga: Kylian Mbappe Tolak Perpanjangan Kontrak dari PSG setelah Gagal Bersama Timnas Prancis di EURO 2020
Namun di sisi lain, Les Bleus (julukan Prancis) mengalami beberapa persoalan internal yang melibatkan antar pemain.
Media kenamaan Prancis mengungkap kronologi perpecahan yang menimpa timnas Prancis menyusul kegagalan di EURO 2020.
L'Equipe membeberkan kisah di balik layar dari prahara di skuad Les Bleus.
Menurut media yang berbasis di Paris tersebut, perpecahan timnas Prancis dimulai dari komentar Mbappe atas pernyataan Olivier Giroud.
Sebelum Tim Ayam Jantan terjun ke Piala Eropa 2020, eks pilar AS Monaco itu 'menyentil' curhatan rekan setimnya kepada media selepas Prancis memenangi uji coba terakhir melawan Bulgaria 3-0.
Kala itu, dalam wawancara pasca-laga, Giroud merasa kurang mendapat suplai bola.
Baca juga: Grup F Tesingkir di Euro 2020, Pelatih Hungaria Bikin Meme Singgung Prancis, Portugal, dan Jerman
Baca juga: Keretakan Terjadi di Skuad Prancis setelah Tersingkir dari EURO 2020, Melibatkan Pogba dan Varane
"Bicara seperti itu di publik, saya lebih suka kalau dia bicara langsung dan lebih vokal di ruang ganti. Itu terjadi pada saya. Kami sudah saling mengenal lama," demikian respons Mbappe atas komentar Giroud.
Komentar balasan dari Mbappe disebut telah membuat kesal para pemain senior Prancis macam Steve Mandanda, Hugo Lloris, dan Moussa Sissoko.
Masih dari media serupa, masalah lainnya yang memicu kegagalan Prancis di EURO 2020 adalah soal hotel.
Tak seperti Inggris, Italia, atau Spanyol yang memainkan turnamen di negara sendiri, Prancis harus bertandang ke Muenchen, Budapest, dan Bucharest untuk menjalani pertandingan.
Para pemain Prancis kurang menyukai salah satu hotel yang mereka inapi, Marriott, karena terlalu jauh dari keramaian sehingga merasa terkurung.
Cerita tak berhenti sampai di sana.