Terkini Nasional
BEM UI Dipanggil Rektor seusai Beri Julukan untuk Jokowi, Rocky Gerung: Mahasiswa Rentan Dianiaya
Pengamat Politik Rocky Gerung turut mengomentari kontroversi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) yang sempat trending Twitter.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung turut mengomentari kontroversi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) yang belum lama ini trending di Twitter.
Diberitakan sebelumnya, BEM UI menuai sorotan seusai menobarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'King of Lip Service'.
Melalui akun Twitter maupun Instagram, BEM UI menyebut Jokowi kerap mengumbar janji tanpa bukti.

Baca juga: Diminta Pihak Kampus Hapus Unggahan Jokowi King of Lip Service, Ini Sikap Presiden BEM UI
Baca juga: Saat BEM UI Nobatkan Jokowi sebagai King of Lip Service, Ade Armando: Enggak Nyampai Pikirannya
Namun, setelah penobatan tersebut, BEM UI dipanggil pihak rektorat kampus.
"Yang merasa darurat itu pempinan UI karena memaksakan diri memanggil anak muda yang belajar memberikan kritik pada penguasa," ujar Rocky dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (28/6/2021).
"Jadi mereka semua satu nafas, kenapa enggak panggil Faisal Basri, Emil Salim aja sekalian."
Menurut Rocky, tak hanya mahasiswa, seluruh civitas akademika UI seharusnya dipanggil jika mengkritik presiden.
Ia pun menyinggung sejumlah tokoh alumni UI yang kerap mengritik presiden asal Solo itu.
"Kan sama civitas akademika UI yang berkali-kali mengkritik presiden," ujarnya.
"Coba panggil Faisal Basri atau Emil Salim, apa berani tuh rektor?"
"Ini terlihat kepengecutan dari Universitas Indonesia."
Rocky menganggap mahasiswa mudah terintimidasi.
Namun, di sisi lain Rocky memuji keberanian BEM UI mengkritik Jokowi.
"Karena mahasiswa rentan dianiaya, rentan diancam," kata Rocky.
"Tapi saya anggap itu berguna karena mahasiswa sudah sampai titik akhirnya mengevaluasi presiden."