Virus Corona
Syarat Sekolah Boleh Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kata Ahli
Seorang Ahli mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) diperbolehkan di zona hijau Covid-19. Akan tetapi, IDI meminta pemerintah menuda PTM.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sembari menunggu vaksin yang bisa digunakan, IDI meminta para orang tua untuk memberi edukasi kepada anaknya perihal protokol kesehatan (Prokes).
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban mengatakan, bila positivity rate mingguan lebih dari 40 persen maka besar kemungkinan resiko penularan Covid-19 bisa terjadi pada siswa.
Sehingga, dengan presentase positivity rate ini, sangat tidak dianjurkan untuk membuka opsi sekolah tatap muka, demikian juga dengan uji cobanya.
“Jadi dengan positivity rate ini tidak boleh dibuka opsi sekolah tatap muka demikian juga dengan uji cobanya,” kata Zubairi.
Sedang Dikaji
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama dengan ITAGI saat ini sedang mambahas vaksin yang dapat digunakan pada anak dan remaja.
Dalam pengamatannya, Budi mengatakan bahwa vaksin tersebut adalah jenis Sinovac dan Pfizer.
Budi mengatakan, vaksin sinovac dapat digunakan untuk anak di usia tiga sampai 17 tahun.
Sedangkan Pfizer, dapat digunakan unutk anak berusia 12 sampai 17 tahun.
Keputusan akan diambil, setelah menimbang pola pemakaian vaksin tersebut terhadap anak dan remaja di sejumlah negara.
Pertimbangan lain adalah dengan mengedepankan Emergency Use Authorization (EUA), yaitu persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin COVID-19 untuk usia muda.
“Kita sedang mengkaji vaksin mana yang sudah memiliki Emergency Use Authorization (EUA),” ungkap Budi.
“Satu adalah Sinovac untuk usia tiga sampai 17 tahun dan Pfizer untuk usia 12 sampai 17 tahun.”
Baca juga: Tentang Penunujukan Sekda Dance sebagai Plh Gubernur Papua, Lukas Beri Pesan Ini ke Warganya
Imbauan KPAI
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau orang tua berperan aktif dalam mencegah penularan virus corona kepada anak dan tidak mengabaikan pokes