Viral Medsos
Kasus Keluarga Pasien Pukul Perawat di Garut, Ternyata Ada Lanjutannya tapi Tak Terekam CCTV
Terungkap fakta lain dari kasus keluarga pasien memukul perawat di Garut yang terekam kamera CCTV.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Sebaliknya, pihak masyarakat jangan arogan. Insan kesehatan ini kan sudah capek, sudah setahun lebih mengayomi masyarakat di tengah pandemi," sambungnya.
Uu meminta warga memahami bahwa nakes selalu memprioritaskan keselamatan pasien.
Ia juga menegaskan dirinya tidak menyalahkan korban ataupun pelaku pemukulan dalam kasus ini.
"Oleh karena itu, kami minta saling memahami di antara mereka dan terbangun komunikasi yang sangat baik. Kami menyesalkan, di balik siapa yang salah dan apa masalahnya, ini tidak pas," kata Uu.
"Saya tidak menyalahkan siapapun karena saya tidak tahu penyebabnya apa, harapan kami tidak terulang," ujarnya.
Uu berharap kasus ini berakhir tanpa perlu diproses secara hukum.
Ia berharap ada permohonan maaf dari pelaku pemukulan.
Demi mencapai tujuan itu, Uu siap untuk membantu proses mediasi.
Uu juga berpesan agar masyarakat bersimpati terhadap nakes yang sangat rawan terpapar Covid-19.
"Apalagi sekarang nakes banyak yang kena Covid-19 juga. Sekarang banyak relawan yang hanya mendapat honor alakadarnya dari pemerintah, tetapi dia mau bekerja sampai tahunan, justru nakes ini adalah pahlawan kesehatan bagi masyarakat."
"Coba kalau tidak ada yang menangani ini, siapa lagi yang rela berkorban," ungkap Uu. (TribunWow.com/Anung/Tami)
Artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul Terekam CCTV, Perawat di Garut Dipukul Keluarga Pasien, Diduga Kesal Tunggu Korban Pakai APD, Nakes di Pameungpeuk Garut Dipukul Keluarga Pasien, Pelaku Sebut Karena Terlalu Lama Pakai APD, Camat Pameungpeuk Ceritakan Kronologi Tenaga Kesehatan yang Dipukul Keluarga Pasien Hingga Memar, dan Pemukul Nakes Garut di Puskesmas Pameungpeuk Minta Maaf, tapi Proses Hukum Tetap Jalan, serta Kompas.com dengan judul "Pakai APD, Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Korban Cabut Laporan karena Pelaku Teman SMP"