Terkini Daerah
Tak Hanya Pukuli, Pelaku Pemukulan Perawat di Garut Juga Lakukan Ini ke Korbannya
Selain melakukan pemukulan, pelaku diketahui juga berbicara kasar kepada perawat yang menjadi korbannya.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Seorang perawat di Puskesmas Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat menjadi korban pemukulan oleh keluarga pasien Covid-19.
DikutipTribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (25/6/2021), tak hanya dipukuli, pelaku juga diketahui berbicara kasar kepada si perawat.
"Sempat bicara kasar juga ke perawat," ujar Kepala Puskesmas Pamengpeuk, Tuti Sutiamah, Kamis (24/6/2021).
Tuti juga mengkonfirmasi dan membenarkan peristiwa pemukulan perawat tersebut.
Adapun dari keterangan Tuti, alasan pelaku memukul korban dikarenakan perawat yang terlalu lama memakai Alat Pelindung Diri (APD).
Menurut Tuti, padahal perawat tersebut sudah menjalankan presedur dengan benar karena pasien positif Covid-19.
"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," ungkapnya.
Diketahui, peristiwa pemukulan terhadap seorang perawat tersebut terjadi pada Rabu (23/6/2021) malam hari.
Baca juga: Buntut Kasus Pemukulan Perawat di Garut, Pelaku Kabur dari Rumah, Kini jadi Buron Polisi dan TNI
Kronologi
Camat Pameungpeuk, Tatang Suryana menceritakan kronologi kejadian pemukulan terhadap perawat tersebut.
Saat tiba di puskesmas, pasien harus menunggu terlebih dulu di dalam ambulans, sementara nakes bersiap diri dengan memakai hazmat terlebih dulu.
"Petugas kesehatan terlebih dahulu memakai baju hazmat sesuai dengan SOP, kemudian naik ranjang dan sudah beres si anaknya memukul dengan alasan terlalu lama memakai baju APD," ucapnya
Menurut Tatang, pelaku juga sempat memarahi korban dengan mempertanyakan alasan memakai APD lengkap.
"Kenapa memakai baju APD kan ayah saya bukan Covid ucapnya, itulah alasannya sehingga terjadi pemukulan,"
Dikutip dari Tribun Jabar pada Kamis (24/6/2021), pelaku mengira orangtuanya tidak terkonfirmasi Covid-19.