Terkini Daerah
Perawat di Garut Dipukul Keluarga Pasien karena Pakai APD, Pemprov Jabar Tak Mau Salahkan Keduanya
Wakil Gubernur Jawa Barat mengusulkan antara nakes yang dipukul dan pelaku pemukulan melakukan mediasi dan tidak berakhir di meja hijau.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Uu juga berpesan agar masyarakat bersimpati terhadap nakes yang sangat rawan terpapar Covid-19.
"Apalagi sekarang nakes banyak yang kena Covid-19 juga. Sekarang banyak relawan yang hanya mendapat honor alakadarnya dari pemerintah, tetapi dia mau bekerja sampai tahunan, justru nakes ini adalah pahlawan kesehatan bagi masyarakat."
"Coba kalau tidak ada yang menangani ini, siapa lagi yang rela berkorban," ungkap Uu.
Baca juga: Melihat Isi Ruang ICU RS UI Penuh Pasien Covid, Nakes: Bahasa Kasarnya Kita Milih-milih Nyawa
Kronologi Pemukulan
Dalam video viral tersebut, tampak seorang perawat yang memakai APD menuntun pasien Covid-19 menuju ranjang pemeriksaan.
Pasien itu diikuti seorang pria berbaju hitam yang merupakan keluarganya.
Seusai pasien berbaring di ranjang pemeriksaan, tiba-tiba pria berbaju hitam memukul perawat tersebut.
Kepala Puskesmas Pameungpeuk Tuti Sutiah membenarkan adanya kejadian itu.
"Ya benar kejadiannya malam tadi," ujar Tuti, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (24/6/2021).
Menurut Tuti, pelaku memukul korban karena kesal menunggu sang perawat memakai APD.
Padahal, kata Tuti, pasien yang ditangani kala itu sudah terkonfirmasi Covid-19.
"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," sambungnya.
Tuti menjelaskan kasus ini kini sudah ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.
"Kami sudah berkoordinasi dan melimpahkan permasalahan ini kepada Dinas Kesehatan dan Satgas."
Sementara itu, Camat Pameungpeuk, Tatang Suryana menyebut pasien Covid-19 tersebut dibawa ke puskesmas karena isolasi mandiri di desa tidak memadai.