Breaking News:

Vaksin Covid

Tak Peduli Dicap Sales Vaksin, dr Tirta Pamer Efek Sinovac di Tubuhnya: Swab 32 Kali Negatif Terus

Dokter Tirta Mandira Hudhi mengunggah efek positif dari Vaksin Sinovac di dalam tubuhnya setelah enam bulan mendapat suntikan vaksin

Instagram/@dr.tirta
Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi memamerkan efek dari Vaksin Sinovac di tubuhnya. ditayangkan di unggahan akun Instagram miliknya @dr.tirta, Selasa (22/6/2021) 

Dalam unggahannya itu, ia mengutip berita dari TribunJabar.id berjudul "Kota Bandung Terancam Kolaps oleh Covid-19, Kasus Melonjak, Keterisian Tempat Tidur 79,9 persen"

Berita tersebut mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai berikut:

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," kata Yana di Lodaya, Minggu (6/6/2021).

Dokter Tirta berpesan, agar semua pihak harus selalu optimis dan tidak panik.

Dirinya juga berpesan agar tidak menyebarkan narasi yang saling menyalahkan satu sama lain.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh dr. Tirta:

"Stop panik. Yang penting. Semua harus tetap optimis. Jaga diri jaga sesama

Dan saya kira stop narasi saling menyalahkan ya kawan2

Suwun dan terimakasih"

Diketahui , kasus harian di Kota Bandung pada Minggu (6/6/2021) mencapai rekor hingga 100 orang yang sebelumnya sekitar 30-an orang per hari.

"Kami justru khawatir adanya libur panjang, karena siklusnya peningkatan Covid-19 terjadi setelah adanya libur panjang dan biasanya itu pada dua minggu sampai sebulan pascalibur panjang," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana seperi dikutip TribunJabar.com, Minggu (6/6/2021).

Yana menjadi khawatir karena melihat kekuatan Kota Bandung dalam masalah tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di kota tersebut.

Berdasarkan data hari ini, di Kota Bandung dari bed occupancy ratio (pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit -red) atau BOR sudah menembus di angka 79,9 persen.

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," katanya.

Kini Pemkot Bandung tengah berupaya agar virus tersebut tidak menyebar dan meluas ke tempat lain atau membuat orang lain ikut terpapar.

Hal tersebut dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kewilayahan.

"Kalau saya sih kuncinya pada PPKM mikro. Sebab, RT dan RW yang tahu betul warganya apakah mereka mudik atau tidak. Jadi, ketika ketahuan ada yang mudik atau tak ada selama beberapa hari bisa langsung diisolasi," katanya. (TribunWow.com/Anung)

Baca berita lain terkait Vaksin Covid

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved