Wacana Presiden 3 Periode
Singgung Kepentingan Terselubung Wacana Presiden 3 Periode, Rocky Gerung soal Qodari: Cuma Wayang
Pengamat Politik Rocky Gerung menduga ada pihak mengendalikan Direktur Eksekutif Indo Baromenter M Qodari hingga mendukung wacana presiden 3 periode.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
"Itu mudah dibaca."
Lebih lanjut, Rocky mengungkapkan keyakinannya soal keterlibatan pihak berkepentingan dalam kontroversi wacana presiden tiga periode.
"Saya kira pastinya 212 persen."
"Yang saya pikir drafnya mungkin juga sudah ditandatangani secara online oleh oligarki," tandasnya.
Baca juga: Soal Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi Mania Anggap M Qodari dkk Sesat dan Berbahaya, Ini Alasannya
Baca juga: Fakta Penolakan Presiden 3 Periode: Dinilai Sesat hingga Rocky Gerung Minta Jokowi Tampar Qodari
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-12.58:
Sesat dan Berbahaya
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer menilai wacana 3 periode sebagai hal yang sesat dan melanggar konstitusional yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Immanuel dalam acara Prime Talk Metrotvnews, Senin (21/6/2021).
Immanuel menegaskan pihak JoMan sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang tegas menolak menjabat sebagai presiden selama tiga periode.
"Saya melihatnya dari JokPro ini tiga-tiganya, menampar, mencari muka, dan menjerumuskan," sindir Immanuel.
"Tidak ada alasan yang rasional terhadap tiga periode ini," lanjutnya.
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Relawan JoMan Curigai Orang di Sekitar Jokowi: Masih Haus Kekuasaan
Baca juga: Qodari Ungkap Alasan Dukung Wacana Presiden 3 Periode, Singgung Kemenangan PDIP: Yang Pasti Jokowi
Immanuel tidak menerima alasan JokPro yang ingin Jokowi menjabat tiga periode karena alasan agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pilpres tahun 2019.
"Alasan mereka rekonsiliasi, rekonsiliasi bukan seperti itu," kata Immanuel.
"Rekonsiliasi itu jangan dirusak sistem yang sudah ada."
Immanuel lalu mengungkit reformasi tahun 1998 yang mana mengubah masa jabatan presiden yang tadinya tak terbatas, kini dibatasi menjadi dua periode.